Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepolisian Sektor (Polsek) Gayam, Polres Bojonegoro, mengambil langkah tegas dengan menertibkan pemasangan jebakan tikus beraliran listrik di wilayah Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (1/10/2025).
Operasi penertiban ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Gayam, AKP Moch Safii, dan melibatkan kolaborasi dari berbagai instansi terkait, sebagai tindak lanjut adanya insiden dua nyawa melayang akibat jebakan tikus beraliran listrik.
Turut serta dalam kegiatan tersebut petugas PLN Area Padangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Posramil Gayam, Satpol PP Kecamatan Gayam, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Gayam, dan Pemerintah Desa (Pemdes) Katur.
AKP Moch Safii menjelaskan bahwa tindakan ini mendesak dilakukan karena maraknya penggunaan perangkap tikus berlistrik oleh petani di Kecamatan Gayam. Sebelumnya, beberapa peristiwa tragis telah terjadi hingga merenggut nyawa.
“Kegiatan ini kami laksanakan karena kami masih mendapati petani yang menggunakan jebakan tikus beraliran listrik, yang mana sebelumnya telah memakan korban,” ujar AKP Moch Syafii.
Dalam penertiban tersebut, petugas gabungan masih berhasil menemukan sejumlah jebakan tikus yang dialiri listrik di area persawahan. Petugas segera melakukan tindakan pemutusan kabel listrik dan mengamankan barang bukti.
Kapolsek Gayam memperingatkan untuk tidak akan segan-segan menindak para petani yang tetap nekat memasang jebakan beraliran listrik di sawah. Pemasangan alat ini dianggap melanggar perundang-undangan yang berlaku dan membahayakan keselamatan publik.
“Kami akan melakukan tindakan tegas jika ada pelanggaran ini,” tegas AKP Moch Safii.
Sebelumnya, dalam dua minggu terakhir, dua nyawa melayang akibat tersengat arus listrik yang digunakan sebagai jebakan tikus di area persawahan. Kejadian pertama, pada Selasa (16/9/2025), seorang petani berinisial KDR (50), warga Desa Katur, meninggal dunia akibat tersengat listrik dari jebakan tikus di sawahnya sendiri.
Kemudian pada Senin (29/9/2025), korban jiwa kembali jatuh. Seorang pria berinisial RR alias DDK (33), juga warga Desa Katur, ditemukan tewas setelah tersengat listrik dari jebakan tikus milik pamannya di area persawahan yang sama. [lus/but]






