Bojonegoro (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro sedikitnya telah mendapat laporan adanya delapan bangkai sapi yang dilaporkan mengapung di Sungai Bengawan Solo. Jumlah tersebut terhitung sejak Januari 2024 hingga hari ini, Kamis (16/1/2025).
Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Laela Noer Aeny mengatakan, delapan bangkai sapi yang dilaporkan itu diantaranya tujuh ekor di sekitar Bendung Gerak Bojonegoro dan satu bangkai sapi dievakuasi dari Sungai Bengawan Solo wilayah Kecamatan Padangan. “Dari delapan ekor yang dilaporkan itu, hanya tiga ekor sapi yang berhasil dievakuasi ke daratan,” ujarnya, Kamis (16/1/2025).
Untuk bangkai sapi yang berhasil dievakuasi, kata Aeny, selanjutnya disemprot cairan disinfektan untuk mengantisipasi penularan penyakit. Karena, sudah banyak sapi yang suspect terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK). Usai disemprot disinfektan, bangkai sapi kemudian dikubur.
Sementara bangkai sapi yang tidak bisa dievakuasi itu karena kondisinya sudah busuk dan rusak. Sehingga tidak memungkinkan untuk dievakuasi ke daratan.
Perihal laporan delapan bangkai sapi yang dibuang ke Sungai Bengawan Solo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Dandi Suprayitno mengaku belum mendapat laporan kongkrit terkait hal itu. “Jika ada data yang lengkap, agar kami bisa ambil langkah yang tepat,” pungkasnya. [lus/kun]






