Pasuruan (beritajatim.com) – Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir tepi jalan di Kota Pasuruan mencatatkan lonjakan tren positif pada pertengahan tahun ini. Lonjakan tersebut terjadi setelah Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan mengubah skema penyetoran retribusi dari para juru parkir di lapangan.
Pada periode Januari hingga April, capaian retribusi parkir di Kota Pasuruan dilaporkan berada di kisaran Rp40 juta hingga Rp45 juta per bulan. Angka tersebut kemudian mengalami kenaikan drastis memasuki bulan Juni hingga menembus angka Rp60 juta hingga Rp70 juta per bulan.
“Semenjak skema awal kita ubah dari setor ke Mal Pelayanan Publik (MPP) menjadi sistem jemput bola oleh petugas yang datang langsung, terjadi peningkatan PAD yang sangat signifikan. Dulu saat setor ke MPP banyak alasan dari jukir karena tidak bisa meninggalkan tempat parkir, makanya kita tolak dan petugas yang mendatangi mereka,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kota Pasuruan, Hermanto, Senin (12/10/2026).
Hermanto menjelaskan bahwa keberhasilan metode jemput bola ini membuktikan pentingnya responsivitas petugas dalam mengawal potensi penerimaan daerah. Pemangkasan kendala jarak dan waktu membuat para juru parkir lebih disiplin menyetorkan kewajibannya.
Matangkan Sistem Voucher dan QRIS di 115 Titik Parkir
Guna mempertahankan tren kenaikan PAD ini, Dishub Kota Pasuruan siap mematangkan kesiapan penerbitan voucher dan pembayaran berbasis QRIS di 115 titik parkir. Seluruh dana retribusi digital tersebut dipastikan mengalir langsung ke kas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) tanpa melalui perantara.
“Penguatan sistem ini kita lanjutkan dengan pembentukan Satgas 24 jam serta penerapan pembayaran non-tunai agar tidak ada lagi kebocoran retribusi. Kalau ada jukir yang tidak menyetor selama satu minggu berturut-turut, pasti akan kami beri SP 1 hingga SP 3 atau kita tutup tempatnya,” tegasnya.
Hermanto menambahkan bahwa inovasi pelayanan yang aktif dan tegas menjadi kunci utama mengoptimalkan sumber penerimaan daerah. Pemerintah Kota Pasuruan terus mengapresiasi dukungan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola perparkiran yang bersih, transparan, dan akuntabel. (ada/but)






