Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, terus memperkuat langkah strategis dalam menekan angka kemiskinan melalui berbagai program sosial yang terintegrasi sepanjang 2025.
Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sri Rahayu Wilujeng, menegaskan, upaya ini dijalankan sebagai bagian dari prioritas pembangunan daerah.
Menurutnya, tren angka kemiskinan di Kabupaten Jember sejak 2023 hingga 2025 menunjukkan pola fluktuatif dengan kecenderungan menurun. “Penurunan angka kemiskinan Jember termasuk tertinggi nomor dua di Jatim,” katanya, Senin (6/4/2026).
Penurunan kemiskinan menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pembangunan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Dinas Sosial Jember berperan aktif turun langsung ke lapangan untuk memetakan kondisi riil masyarakat, sekaligus memastikan pelaporan data yang akurat kepada pemerintah pusat.
Sepanjang 2025, Dinas Sosial menjalankan sejumlah program prioritas untuk mempercepat penurunan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. Program pertama difokuskan pada pemberian bimbingan sosial dan bantuan kebutuhan dasar bagi kelompok rentan seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, serta anak terlantar.
Bantuan tersebut mencakup 600 paket sembako yang disalurkan dalam lima tahap, 400 paket sandang, 170 dus susu formula untuk bayi terlantar, serta 500 kasur lipat untuk lansia dan disabilitas.
Program berikutnya berupa penyediaan alat bantu kesehatan bagi lansia dan penyandang disabilitas sebanyak 458 unit, meliputi kursi roda dan berbagai jenis alat bantu mobilitas lainnya.
Selain itu, Dinas Sosial juga memberikan layanan bimbingan fisik, mental, sosial, dan spiritual bagi 65 klien di UPT Liposos, termasuk dukungan kebutuhan harian, layanan kesehatan, hingga rujukan ke fasilitas kesehatan. Penanganan juga mencakup pemulangan klien ke keluarga serta pemakaman bagi klien yang meninggal dunia.
Program bantuan sosial lainnya diberikan kepada keluarga miskin melalui distribusi 700 paket sembako. Sementara itu, pengelolaan data fakir miskin dilakukan melalui verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial terhadap 39.490 jiwa.
Dinas Sosial juga menyalurkan bantuan langsung tunai kepada 36.392 penerima yang terdiri dari buruh tani tembakau, buruh gudang, buruh pabrik rokok, dan masyarakat lainnya.
Di sisi pemberdayaan, dilakukan lokakarya inklusi bagi penyandang disabilitas yang diikuti oleh 30 peserta sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kemandirian kelompok rentan.
Pelaksanaan program sosial ini didukung sinergi bersama potensi dan sumber kesejahteraan sosial sebagai motor penggerak partisipasi masyarakat. Kolaborasi tersebut memperkuat intervensi sosial di tingkat lapangan.
Dinas Sosial mengidentifikasi sejumlah tantangan, terutama terkait keterpaduan dan kualitas data penduduk miskin. Untuk mengatasinya, dilakukan rekonsiliasi dan pemutakhiran data melalui verifikasi dan validasi DTKS.
Selain itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian melalui pembekalan bagi pilar-pilar sosial seperti TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), pendamping Program Keluaga Harapan, dan Taruna Siaga Bencana.
Dengan pendekatan terintegrasi antara bantuan sosial, penguatan data, serta pemberdayaan masyarakat, program Dinas Sosial Jember 2025 diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial secara berkelanjutan. [wir/but]






