Ponorogo (beritajatim.com) – STKIP PGRI Ponorogo mengajak para guru untuk menggiatkan gerakan literasi. Langkah ini dilakukan melalui workshop Optimalisasi Gerakan Literasi Guru yang digelar di Aula PPK, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.
Workshop dihadiri oleh guru-guru di wilayah Kecamatan Kauman dan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, Nurhadi Hanuri.
Ketua LPPM STKIP PGRI Ponorogo, Ahmad Pramudiyanto, menyampaikan terima kasih atas kesempatan untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Yang mana pengabdian masyarakat ini, merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Workshop literasi ini fokus pada penulisan artikel ilmiah populer.
Ahmad Pramudiyanto juga menyampaikan, STKIP PGRI Ponorogo memiliki wadah bagi siapapun yang ingin berkarya untuk dipublikasikan. Terdapat Jurnal Bahasa dan Sastra, Jurnal LEKSIS, hingga Lensa Sastra.
“Lewat Lensa Sastra, siapapun bisa mengirim puisi, resensi, cerita pendek, cerkak hingga geguritan, kita fasilitasi,” kata Ahmad Pramudiyanto.
Sementara itu, Kepala Dindik Ponorogo, Nurhadi Hanuri, menekankan pentingnya kegiatan literasi bagi guru. Kualitas diri akan menjadi baik, kalau dilaksanakan kegiatan-kegiatan yang mendorong adanya inovasi-inovasi. Terlebih lagi jika berbicara tentang literasi. Kegiatan produktif guru, nantinya akan menciptakan siswa yang lebih produktif.
“Kalau gurunya produktif, saya yakin anaknya pun juga lebih produktif,” ungkap Nurhadi.
Workshop dilanjutkan dengan materi penulisan artikel ilmiah populer oleh Cutiana Windri Astuti. Cutiana yang menjabat sebagai Kaprodi PBSI STKIP PGRI Ponorogo yang menyampaikan materi terkait perbedaan artikel ilmiah dan populer, sumber ide menulis, hingga fenomena di sekitar guru yang bisa dijadikan bahan untuk menulis artikel ilmiah populer.
Workshop dilanjutkan dengan pemateri kedua, yakni Humas STKIP PGRI Ponorogo, Agus Setiawan. Dalam kesempatan itu, Agus memberikan materi bertajuk Menulis Artikel itu Asyik dan Mudah. Materi yang disampaikan seputar, alasan mengapa harus menulis.
Kemudian mencari ide sebuah tulisan, bekal yang dibutuhkan dalam menulis, kata kunci menulis artikel. Selain itu, bagaimana pola dalam penulisan artikel, dan cara membuat judul artikel ilmiah populer yang baik dan menarik.
Peserta workshop kemudian terlibat dalam praktik pendampingan penyusunan artikel ilmiah populer. Dilanjutkan dengan review karya secara bersama-sama. Kegiatan itu pun mendapatkan apresiasi positif dari peserta, salah satunya Rulik Pebrianasari. Ia merasa termotivasi dan mendapatkan pengetahuan berharga untuk meningkatkan kemampuan menulisnya.
“Saya menjadi lebih termotivasi untuk meningkatkan kemampuan dalam menulis. Tentunya mendapatkan pengetahuan yang tak terlupakan,” pungkas pendidik di SDN 1 Gabel tersebut. [end/beq]






