Bojonegoro (beritajatim.com) – Hari ini Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada (STIKes Icsada) merayakan dies natalis ke-12. Perayaan digelar sederhana di halaman kampus dengan mengundang beberapa perwakilan dosen, mahasiswa, dan pihak-pihak yang selama ini telah bekerjasama dengan baik.
Bentuk perayaan sederhana itu juga wujud empati terhadap kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi dan masih dalam bulan Muharram. Bulan prihatin atas wafatnya cucu tercinta Rasullullah SAW Hasan dan Husein. Meski tetap digelar, perayaan dies natalis itu sehingga diharapkan menjadi bahan refleksi untuk lebih baik.
“Kedepan diharapkan lebih banyak peran perguruan tinggi kepada masyarakat, bukan hanya di wilayah pendidikan kesehatan tetapi banyak hal,” ujar Ketua STIKes Icsada Bojonegoro, Nurul Jariyatin, Jumat (20/8/2021).
Bentuk keprihatinan pada situasi yang terjadi saat ini, salah satunya kampus ungu di Kabupaten Bojonegoro itu juga memberi sumbangsih kepada UMKM dengan menyisir sejumlah UMKM dengan program beli dan beri. Program beli dan beri merupakan bentuk kepedulian perguruan tinggi untuk menghidupkan ekonomi masyarakat.
“Kampus juga bisa menggerakkan ekonomi di bawah, seperti warung makan, pemilik kost, wisata, dan begitu banyak yang bisa dilakukan masyarakat bawah,” ungkapnya.
Sementara dari sisi kemajuan pendidikan, STIKes Icsada sendiri kini telah menyiapkan kenaikan kelas menuju Institut Sains, Teknologi dan Kesehatan. “Sekarang prosesnya tinggal selangkah lagi. Mungkin satu bulan lagi sudah selesai,” ujar Ketua Yayasan Dharma Cendekia, STIKes Icsada, Hasan Bisri.
Untuk menjadi Institut Sains, Teknologi dan Kesehatan, lanjut mantan wartawan di Bojonegoro itu menjelaskan, secara sumber daya manusia dan infrastruktur telah disiapkan. “Secara kesiapan baik infrastruktur maupun sumber daya manusianya sudah terpenuhi,” pungkasnya. [lus]






