Ringkasan Berita:
- Program pemeliharaan jalan Kabupaten Madiun tahun 2026 terkendala kelangkaan pasokan aspal meski anggaran telah tersedia.
- Dinas PUPR mengaku belum bisa memperoleh sekitar 2.000 drum aspal yang dibutuhkan akibat terbatasnya distribusi dari penyedia.
- Kenaikan harga aspal dari Rp2 juta menjadi sekitar Rp3,25 juta per drum turut mengurangi volume material yang dapat dibeli.
- Sebagai langkah darurat, perbaikan jalan dilakukan melalui penambalan menggunakan cor beton dan aspal Buton di titik-titik prioritas.
Madiun (beritajatim.com) – Program pemeliharaan jalan di Kabupaten Madiun tahun 2026 menghadapi kendala serius akibat kelangkaan pasokan aspal yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Meski anggaran telah disiapkan pemerintah daerah, pelaksanaan perbaikan jalan belum dapat berjalan sesuai rencana karena material utama sulit diperoleh.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun, Boby Saktia Lubis, mengatakan pihaknya sebenarnya telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan sekitar 2.000 drum aspal. Namun hingga pertengahan Juni 2026, kebutuhan tersebut belum dapat dipenuhi karena pasokan dari penyedia masih terbatas.
“Anggaran sudah tersedia, tetapi barangnya yang sulit didapat. Jadi bukan persoalan dana, melainkan pasokan aspal yang sampai sekarang masih langka,” ujar Boby, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Boby, Dinas PUPR telah menjalin komunikasi dengan pihak penyedia sejak April 2026. Saat itu, distribusi aspal diperkirakan akan kembali normal setelah kebutuhan di wilayah Indonesia bagian timur terpenuhi. Namun hingga kini, pasokan material belum juga tersedia.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah pekerjaan pemeliharaan jalan yang telah dipersiapkan terpaksa ditunda. Alat berat dan personel yang sebelumnya telah disiagakan pun sementara ditarik sambil menunggu kepastian distribusi aspal.
“Kami sempat berharap awal Juni sudah bisa melakukan pengadaan dan pekerjaan berjalan normal. Namun sampai sekarang pasokan masih belum tersedia,” katanya.
Untuk mengantisipasi kerusakan jalan yang semakin parah, Dinas PUPR Kabupaten Madiun akan mengoptimalkan penanganan sementara melalui metode penambalan menggunakan cor beton maupun aspal Buton pada ruas-ruas yang membutuhkan penanganan segera.
Selain mengalami kelangkaan, harga aspal di pasaran juga mengalami lonjakan cukup tinggi. Saat penyusunan anggaran, harga aspal masih berada di kisaran Rp2 juta per drum. Kini harganya telah meningkat menjadi sekitar Rp3,25 juta per drum.
Kenaikan harga tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan material. Dengan anggaran yang sama, jumlah aspal yang dapat dibeli otomatis berkurang dibandingkan dengan rencana awal.
“Kalau harga naik setinggi itu, tentu volume pembelian ikut menurun. Dampaknya bisa berpengaruh pada panjang jalan yang dapat ditangani tahun ini,” jelasnya.
Padahal, ruas jalan yang masuk dalam agenda pemeliharaan tahun 2026 mencapai hampir 40 kilometer dan tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Madiun. Pemerintah Kabupaten Madiun berharap pasokan aspal segera kembali normal agar program perbaikan jalan dapat berjalan sesuai target dan pelayanan infrastruktur kepada masyarakat tidak terganggu. [rbr/beq]






