Banyuwangi (beritajatim.com) – Pusat Vulkanologi, Mitigasi, Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan Gunung Ijen Naik status dari normal (Level I) menjadi waspada (Level II). Kondisi itu terhitung sejak 7 Januari 2023, pukul 14.00 WIB.
Penetapan Gunung Ijen naik status menjadi waspada ini berdasarkan pengamatan aktivitas vulkanik gunung tersebut.
Di mana, sejak 1 – 7 Januari, gunung di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso tersebut mengalami peningkatan aktivitas.
Hasil pengamatan itu menunjukkan, terjadi kepulan asap solfatara berwarna putih bertekanan ringan dan tipis setinggi 50 – 400 meter.
Suhu air danau kawah meningkat hingga 45,6 derajat celcius.
Bau belerang tercium cukup kuat bersamaan dengan munculnya asap solfatara.
Selain itu, aktivitas kegempaan umumnya fluktuatif meskipun cenderung terjadi peningkatan pada gempa permukaan dan gempa tektonik dangkal.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gunung-ijen”]
Pada periode 1 – 7 Januari 2023 tercatat 246 gempa hembusan, 1 kali gempa tremor non hormonal, 3 gempa tormillo, 890 kali gempa tektonik dangkal, 20 gempa vulkanik dalam, 9 kali gempa tektonik lokal dan tremor terus menerus dengan amplitudo 0,5 – 2 milimeter (dominan 1 milimeter).
Berdasarkan dara itu, PVMBG menetapkan Gunung Ijen naik status dari normal menjadi waspada.
Rekomendasi, bagi warga, pengunjung maupun wisawatan diminta untuk tidak mendekati atau tidak melakukan aktivitas sejauh 1,5 Kilometer dari bibir kawah. [rin/but]






