Pasuruan (beritajatim.com) – Lembaga ekonomi desa di wilayah Kabupaten Pasuruan kini tengah dipacu untuk memiliki sistem manajerial yang lebih profesional dan akuntabel.
Melalui pelatihan khusus yang digelar di Pandaan, para pengelola usaha desa dibekali keterampilan strategis guna mengoptimalkan potensi lokal yang mereka miliki.
Fokus utama dalam pertemuan ini adalah membenahi struktur administrasi serta pola perencanaan keuangan agar aset desa dapat dikelola secara produktif. Sinergi antara pengelola BUMDesa dan pakar ekonomi diharapkan mampu melahirkan inovasi usaha yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga sekitar.
“Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui penguatan lembaga ekonomi desa,” ujar Direktur STAPA Center, Agus Rohmatulloh. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program pemberdayaan ini.
Para peserta diajak berdiskusi mendalam mengenai pemanfaatan tanah kas desa serta berbagai peluang bisnis yang selama ini belum tergarap maksimal. Diskusi interaktif tersebut bertujuan agar para pengurus memiliki pandangan yang luas dalam mengubah aset pasif menjadi sumber pendapatan desa yang berkelanjutan.
“Lembaga ekonomi desa harus mampu menyajikan laporan keuangan yang baik agar kepercayaan publik semakin kuat,” tegas Ririk Widyaningsih selaku fasilitator kegiatan. Ia mendampingi langsung proses praktik pembuatan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku saat ini.
Kehadiran praktisi yang telah sukses mengelola badan usaha desa di wilayah lain juga memberikan inspirasi nyata bagi para pengurus di Pasuruan. Transfer ilmu mengenai tata kelola keuangan yang transparan diharapkan dapat meminimalkan risiko penyimpangan anggaran di tingkat desa.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi para pengelola dalam menjalankan roda organisasi di desa masing-masing,” tambah Agus Rohmatulloh kembali. Pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan lembaga ekonomi desa melalui pendampingan yang berkelanjutan.
Melalui standarisasi administrasi yang lebih modern, BUMDesa di Kabupaten Pasuruan diproyeksikan menjadi tulang punggung ekonomi yang tangguh di masa depan. Penguatan kapasitas ini menjadi modal penting bagi desa-desa untuk lebih mandiri secara finansial dan tidak hanya bergantung pada dana stimulan. (ada/ted)






