Sidoarjo (beritajatim.com) – Rumah duka mantan Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi, di Perumahan Pondok Sedati Asri Blok GC 14, Desa Pepe, Kecamatan Sedati, mulai dipadati pelayat dari kalangan politisi PDI Perjuangan pada Selasa (16/12/2025).
Sejumlah tokoh penting partai berlambang banteng tersebut tampak hadir memberikan penghormatan terakhir. Di antaranya adalah Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, dan Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo yang juga anggota DPRD Jatim, Hari Yulianto.
Kehadiran para kolega ini diwarnai suasana haru. Sri Untari Bisowarno mengaku sangat kehilangan sosok Kusnadi yang dikenalnya sebagai kader dengan loyalitas tinggi.
“Kami ucapkan Innaa lillaahi wainnaa ilaihi raajiuun. Semoga beliau ditempatkan di tempat yang layak dan segala khilafnya diampuniNya,” ucap Sri Untari di rumah duka.
Menurut Sri Untari, Kusnadi bukan sekadar politisi biasa. Almarhum memiliki rekam jejak pengabdian yang panjang dan besar, baik bagi partai maupun pemerintahan. Tercatat, Kusnadi pernah menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur periode 2015–2023 serta Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2019–2024.
“Beliau adalah kader yang sangat layak dan berjasa, baik bagi partai maupun bagi Ibu Ketua Umum. Sepanjang hidupnya, beliau mengabdikan diri di dunia politik Jawa Timur dengan penuh tanggung jawab,” imbuhnya.
Perjalanan karier politik Kusnadi di internal partai terbilang sangat matang. Ia menapaki jenjang struktural dari bawah, mulai dari posisi wakil sekretaris, sekretaris, hingga akhirnya dipercaya memimpin sebagai Ketua DPD.
“Beliau menjadi pengurus DPD cukup lama, sejak sekitar tahun 2013. Total pengabdiannya hampir 22 tahun di struktur partai,” urai Sri Untari mengenang sepak terjang almarhum.
Terkait penyebab meninggalnya, Sri Untari mengungkapkan bahwa Kusnadi telah berjuang melawan penyakit kanker kelenjar getah bening. Almarhum wafat di tengah rangkaian proses pengobatan intensif yang sedang dijalaninya.
“Beliau sakit kelenjar getah bening dan sudah menjalani kemoterapi. Kalau tidak salah, dijadwalkan hingga 12 kali dan ini sudah memasuki kemoterapi ke-11. Namun Allah SWT berkehendak lain,” tuturnya. [isa/beq]






