Jember (beritajatim.com) – Makanan khas rakyat soto menjadi satu dari beberapa komponen yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi bulanan pada Juni 2023. Andil inflasi bulanan soto adalah sebesar 0,0116 persen dan ayam goreng sebesar 0,0074 persen.
Inflasi bulanan (month-to-month) secara keseluruhan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Juni 2023 adalah 0.14 persen dengan IHK (Indeks Harga Konsumen) 117,19. Sementara inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 4,31 persen dan inflasi year to date 1,33 persen.
Selain soto, komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi bulanan pada Juni 2023 adalah rokok kretek, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, bawang putih, ketimun, terong, cakalang diawetkan, dan minyak goreng.
Sementara beberapa komoditas yang memberikan andil inflasi tahunan atau year-on-year pada Juni 2023 adalah bensin, beras, tarif air minum pam, rokok kretek filter, bahan bakar rumah tangga, bawang putih, tempe, rokok putih, akademi/perguruan tinggi, dan angkutan antar kota.
Kepala BPS Jember Tri Erwandi mengatakan, sumbangsih kelompok makanan tetap paling tinggi. “Ini katena dia konsumsi dari masyarakat, mulai dari beras dan soto. Ini karena di dalam sajian soto dibutuhkan daging ayam dan telur yang kebetulan harganya naik. Jadi harga soto naik sedikit,” katanya, ditulis Selasa (4/7/2023).
Namun Erwandi menilai inflasi ini masih terkendali. BPS mencatat, dari 90 kota, inflasi bulanan Kabupaten Jember sebesar 0,14 persen masih berada pada urutan 50. Inflasi tertinggi adalah Jayapura sebesar 1,36 persen.
Dari delapan kota di Jawa Timur hanya Kabupaten Sumenep yang terjadi deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Probolinggo sebesar 0,18 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Malang sebesar 0,07 persen. “Yang paling penting adalah sinergi dan kolaborasi beberapa stakeholder,” kata Erwandi.
Erwandi mengingatkan potensi kenaikan inflasi bulan berikutnya, karena adanya beberapa kegiatan besar pada Juli. “Untuk itu pihak terkait diimbau untuk mewaspadai hal tersebut,” katanya.
Sebagai upaya menekan inflasi, Pemerintah Kabupaten Jember menggelar pasar murah di 24 kecamatan setiap hari pada 3 Juli – 24 Agustus 2023. “Kali ini kami didukung 32 pelaku usaha distributor, baik badan usaha milik negara maupun perusahaan swasta sebagai pengisi stand pasar murah,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember Bambang Saputro.
Pasar murah ini juga menampilkan produk sejumlah pelaku usaha mikro kecil menengah yang dibina Dinas Koperasi dan UMKM, Tim Penggerak PKK, pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan. “Para pelaku usaha menjual bahan pokok dengan harga yang relatif terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Harapannya masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokoknya, sehingga inflasi bisa terjaga,” kata Bambang.
Disperindag Jember juga menggelar operasi pasar di sejumlah pasar tradisional. “Kami fokuskan pada pasar-pasar yang dipantau BPS, yakni Pasar Tanjung, Pasar Kreongan, Pasar Mangli, dan pasar-pasar lainnya. Harapannya, laju inflasi di Jember bisa tetap dikendalikan,” kata Bambang. [wir]






