Jember (beritajatim.com) – KH Abdullah Syamsul Arifin, tokoh yang mengalami kecelakaan di jalan tol Ngawi, Senin (29/1/2024) dini hari, adalah sosok penting di kepengurusan besar Nahdlatul Ulama saat ini. Pria yang akrab disapa Gus Aab ini adalah orang kepercayaan Ketua Umum Pengurus Besar NU KH Yahya Staquf.
Sebelum menjabat Ketua Lembaga Dakwah PBNU sejak 2022, Gus Aab adalah Ketua Pengurus NU Cabang Jember tiga periode sejak 2009. “Di periode ketiga, dia harus mengundurkan diri dari Ketua PCNU karena tidak boleh rangkap jabatan. Namun beliau tetap jadi mustasyar di PCNU Jember,” kata Sekretaris Pengurus Cabang NU Jember Abdul Hamid Pujiono.
Mengasuh Pondok Pesantren Daril Arifin, dia sangat dihormati termasuk di kalangan Partai Kebangkitan Bangsa. Pondok Pesantren Darul Arifin di Kecamatan Bangsalsari menjadi tempat deklarasi pencalonan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menjadi presiden, Minggu (20/2/2022) sore. Acara itu dihadiri ratusan perwakilan kiai kampung.
Saat Muktamar NU di Lampung, bersama Pujiono, Gus Aab banyak mendampingi Gus Yahya menemui pengurus NU tingkat cabang dan provinsi. “Saya dan beliau nempel terus. Beliau punya kapasitas dan kemampuan lebih, sehingga dibutuhkan banyak orang,” kata Pujiono.
Menurut Pujiono, Gus Aab punya kemampuan berdiplomasi sangat bagus dan mampu menyampaikan gagasan dengan artikulatif. “Beliau bisa merangkul banyak kawan dan orang lain,” katanya.
“Saya tahu persis saat Gus Yahya menghadapi pengurus wilayah dan cabang, sama sekali beliau tidak meninggalkan. Gus Yahya minta didampingi terus. Waktu itu Gus Yahya bersama Gus Ipul (Saifullah Yusuf) dan Gus Aab,” kata Pujiono.
Pujiono menilai Gus Aab mampu menerjemahkan gagasan-gagasan Gus Yahya. “Kalau Gus Yahya punya gagasan, Gus Aab yang dipercaya menyampaikannya kepada banyak orang,” katanya.
Menurut Pujiono, Gus Aab bersama putranya, Said Hisyam Abduillah (18), dan sopirnya Muhammad Baidowi (30), dalam perjalanan dari Surabaya menuju Jogjakarta untuk mengikuti acara Konferensi Besar NU. Kronologi yang diperoleh beritajatim.com menyebutkan, mobil Fortuner putih nopol P 1672 HO yang ditumpangi Gus Aab terbalik usai menghantam pembatas jalan, di Tol Ngawi-Solo KM 549B masuk Desa Kedungharjo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Senin (29/1/2024) pukul 00.30 WIB.
Kecelakaan itu bermula saat mobil yang sebelumnya dikemudikan Muhammad Baidowi, digantikan oleh Hisyam Abdulllah (18). Mobil itu melaju kencang saat cuaca hujan dari arah Surabaya menuju Yogyakarta untuk hadir dalam Harlah ke-101 NU pada Senin (29/1/2024) siang.
Sampai di lokasi kejadian, diduga mobil mengalami aquaplaning dan kemudian menghantam pembatas di kiri jalan. Mobil itu berhenti setelah terbalik ke parit. Muhammad Baidowi pun tewas di lokasi, sementara Abdullah Syamsul Arifin dan Hisyam Abdullah mengalami luka. Jenazah Muhammad Baidowi pun dievakuasi ke RSUD dr Soeroto Ngawi. [wir]






