Mojokerto (beritajatim.com) – Dalam pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meminta agar tim melakukan mapping secara rigid untuk melihat potensi yang ada di masing-masing kelurahan dan kebutuhan koperasi. Sehingga dapat meningkatkan derajat ekonomi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat Sosialisasi dan Rapat Koordinasi (Rakor) Pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih, Senin (28/4/2025). Sosialisasi dan Rakoe tersebut digelar Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopukmperindag) di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Maja Citra Kinarya.
Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo dalam laporannya menyampaikan, kegiatan tersebut digelar dengan tujuan untuk menyampaikan informasi kepada pra koperasi, pelaku usaha, calon anggota dan pemangku regulasi serta masyarakat agar melakukan percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh Keluhan se-Kota Mojokerto.
“Serta sebagai wadah dalam rangka untuk melakukan kolaborasi sekaligus dilakukan pembagian tugas kepada stockholder terkait agar pembentukan Koperasi Merah Putih segera terealisasi. Dalam rakor nanti diharapkan bisa menghasilkan beberapa poin penting, salah satu diantaranya adalah time line,” ungkapnya.
Mulai dari sosialisasi dan musyawarah kelurahan hingga terbentuknya Koperasi Kelurahan Merah Putih. Nantinya, tegasnya, peresmian terbentuknya Koperasi Merah Putih akan dilakukan secara serentak oleh Presiden RI, Prabowo Subianto pada tanggal 12 Juli 2025 bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dalam sambutannya mengatakan, jumlah koperasi sehat di Kota Mojokerto ada sebanyak 160 koperasi. “Jumlah ini sejatinya meningkat secara graduatif karena kami melakukan pendampingan terhadap penyehatan. Awalnya, empat tahun lalu tidak sampai 100 koperasi yang sehat di Kota Mojokerto,” jelasnya.
Pemkot Mojokerto berupaya agar koperasi di Kota Mojokerto tidak hanya ada wujud badan usaha sehingga dilakukan pendampingan. Koperasi di Kota Mojokerto yang memiliki aset hingga puluhan miliar, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red) adalah koperasi milik karyawan. Hal tersebut menurutnya cukup luar biasa.
“Awalnya pasti berasal dari simpan pinjam karena simpan pinjam itu adalah homebasenya, dimana ini diikat dalam sebuah badan usaha atau organisasi yang memberikan gaji setiap bulan maka ini bisa menjadi pengikat sehingga berkembang. Saya berharap tim agar melakukan mapping secara rigid untuk melihat potensi dan kebutuhan yang ada di masing-masing kelurahan,” tuturnya.
Sehingga tujuan koperasi untuk meningkatkan derajat ekonomi masyarakat terwujud karena penduduk Kota Mojokerto merupakan penduduk majemuk. Menurutnya, masyarakat di 18 kelurahan di Kota Mojokerto mampu namun jika membutuhkan lebih kepada menyiapkan lapangan perusahaan yang terintervensi secara masif dengan kebijakan ekonomi pemerintah daerah agar lebih kuat posisinya.
“Masyarakat kita lebih banyak UMKM-IKM kita ada sebanyak 27 ribu dari 142 ribu penduduk kami. Sehingga saya berharap tim yang akan melakukan pendampingan dalam pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih agar dilakukan pemetaan sehingga dalam pembentukannya bisa membawa dampak dan manfaat di Kota Mojokerto,” tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya. [tin/kun]






