Bondowoso (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menunjukkan sikap tegasnya terhadap pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola olahraga.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i, atau Lora As’ad, saat membuka Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Bondowoso 2025 di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Minggu (3/8/2025).
Dalam forum tersebut, Wabup tidak hanya memberikan apresiasi kepada jajaran pengurus KONI yang telah berkontribusi dalam pembinaan atlet, tetapi juga memberikan catatan penting menyangkut pembenahan internal organisasi olahraga di Bondowoso.
“Musorkab ini adalah titik balik. Kita tidak hanya berbicara soal siapa yang memimpin, tetapi ke mana arah olahraga Bondowoso akan dibawa,” tegasnya.
Lora As’ad menyampaikan bahwa KONI sebagai induk pembina olahraga prestasi harus memiliki tata kelola yang transparan, akuntabel, dan profesional. Ia menekankan bahwa hal tersebut merupakan syarat mutlak jika ingin melahirkan prestasi yang berkelanjutan.
“Saya harap, hasil Musorkab ini tidak berhenti pada pemilihan pengurus. Tapi juga harus menjadi awal dari semangat baru, komitmen baru, dan visi besar olahraga Bondowoso,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso, menurutnya, tidak akan tinggal diam dalam mendorong terciptanya sistem pembinaan yang sehat. Dalam sambutannya, Lora secara gamblang menekankan bahwa olahraga harus dikelola dengan cara yang bersih dan bertanggung jawab.
Sebagai bentuk arahan konkret, Lora menyampaikan lima poin penting. Salah satu yang paling ditekankan adalah soal transparansi keuangan. “Saya minta KONI menerapkan tata kelola keuangan yang transparan. Setiap program harus bisa dipertanggungjawabkan secara administratif dan substantif,” ujarnya tegas.
Empat poin lainnya mencakup pentingnya pembinaan atlet usia dini dari desa hingga kota, sinergi lintas sektor antara KONI dan OPD teknis, peningkatan partisipasi olahraga masyarakat, dan kesiapan atlet untuk menghadapi event olahraga besar.
Ia menegaskan, kemenangan tidak datang secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan latihan keras, kedisiplinan, dan dedikasi.
Dalam forum yang sama, Lora As’ad juga mengajak seluruh pelatih, pengurus cabang olahraga, hingga masyarakat pecinta olahraga untuk bersatu membangun kembali kejayaan olahraga daerah.
“Olahraga bukan sekadar kompetisi, tapi membangun karakter masyarakat yang sehat, disiplin, dan sportif,” ujarnya.
Musorkab kali ini juga dihadiri oleh Sekretaris KONI Jawa Timur, Akmal Budianto, yang turut memberikan pandangan. Ia menyebut bahwa KONI Bondowoso sejauh ini memiliki organisasi yang sehat dan solid, namun tetap perlu terus diperkuat dengan kepemimpinan baru yang kredibel dan berintegritas.
“Pemilihan dilakukan secara musyawarah mufakat, tapi juga bisa melalui mekanisme voting jika diperlukan,” jelasnya.
Ia juga menilai Musorkab adalah forum penting yang tidak hanya memilih ketua baru, tetapi juga sarana evaluasi dan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya.
Dengan sorotan tajam pada tata kelola dan transparansi, Musorkab 2025 diharapkan benar-benar menjadi titik balik yang membawa perubahan struktural di tubuh KONI Bondowoso. (awi/but)






