Madiun (beritajatim.com) – Suwarto, pengemudi Bus Sugeng Rahayu nopol W 7216 UZ yang terguling di Jalan Raya Madiun-Surabaya masuk Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun mengaku jika dirinya menghindari sepeda motor di depanya sebelum terguling.
Sebelum terguling, bus itu melaju dengan kecepatan sekitar 80 km/jam. Saat itu di depan bus ada truk, lalu ke kiri, namun depan lagi ada motor ke kiri. Akhirnya, stir pun dibanting ke kanan dan bus pun terguling.
“Reflek saya. Saya hanya mengalami luka ringan pada telapak tangan. Setelah bus terguling, saya berusaha menolong penumpang keluar dari bus,” kata Suwarto sopir bus kepada beritajatim.com Selasa (31/05/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”bus-sugeng-rahayu-kecelakaan”]
Sementara itu keterangan sopir berbeda dengan para penumpangnya. Sejak keluar dari Terminal Maospati Magetan hingga Terminal Purbaya Kota Madiun kedua bus saling kejar-kejaran meski sesama bus Sugeng Rahayu.
“Kedua bus saling kejar-kejaran, sebelum banting kiri kanan dan akhirnya terguling,” jelas penumpang bernama Rani dan diamini oleh penumpang lainya.
Untuk diketahui, kecelakaan tunggal Bus Sugeng Rahayu W 1762 UZ terguling di jalan Raya Madiun – Nganjuk masuk Desa Jerukgulung Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun mengakibatkan penumpang tersebut sebanyak 19 orang luka luka dan dilarikan ke RSUD Caruban. (fiq/ted)






