Magetan (beritajatim.com) – Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, angkat bicara terkait beredarnya video telur rebus diduga masih terdapat kotoran ayam yang viral di media sosial.
Ia menjelaskan, pihak SPPG menerima informasi awal melalui pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Isi pesan tersebut berupa foto atau video telur yang disebut masih terdapat kotoran ayam.
“Ditanya itu dari sekolah mana atau siapa yang menerima, apakah di antara penerima itu ibu hamil, ibu menyusui atau dari sekolah mana, tidak dijawab dengan baik. Kemudian muncul di-upload di medsos,” ujar Suyatni.
Menurutnya, selain satu informasi tersebut, tidak ada laporan serupa yang masuk dari total 3.316 penerima manfaat di SPPG Kelurahan Lembeyan Kulon, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan.
Suyatni menyebut, jika dugaan tersebut benar terjadi, kemungkinan disebabkan kurang telitinya proses quality control dalam penyortiran maupun penyajian menu sebelum dikirim ke penerima manfaat.
“Kalau secara rasional, umpama ini ada satu keteledoran dari 3.316 penerima, apakah bijak kalau langsung ditutup? Saya kira kurang bijak. Pembinaan harus dilakukan, kita minta audit ulang quality control-nya,” tegasnya.
Ia meminta agar mekanisme pengawasan internal dievaluasi secara menyeluruh, termasuk tahapan penyortiran dan pengecekan akhir sebelum distribusi makanan dilakukan.
Pemerintah daerah, lanjutnya, tetap terbuka terhadap laporan masyarakat. Namun ia berharap setiap aduan disertai data yang jelas agar dapat ditindaklanjuti secara tepat dan proporsional. [fiq/aje]






