Yogyakarta (beritajatim.com) – Ketua Karangtaruna DIY yang juga Putri Keraton Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu mengingatkan pemilih pemula untuk tak hanya fokus pada Pemilihan Presiden (Pilpres) saja dalam Pemilu 2024 Februari mendatang.
Menurutnya berdasarkan pengalaman yang sudah sudah, euforia pemilu bagi pemilih pemula hanya terfokus pada pilpres saja yakni siapa yang menjadi presiden dan wakil presiden bagi Indonesia kedepannya.
Padahal menurut GKR Hayu, dalam Pemilu tidak hanya terfokus pada Presiden dan Wakil Presiden saja. Dalam pemilu serentak adapula pemilihan DPR yang jug wajib dipilih dan diperhatikan dari sisi kualitasnya.
Baca Juga: Dampak Kebakaran Gunung Lawu, Pemkab Ngawi Didorong Petakan Potensi Banjir Bandang
“Untuk pemilih pemula saya sangat mengharapkan mereka dapat mempergunakan hak pilihnya tidak hanya berkonsentrasi pada pucuk pimpinan saja yakni Presiden dan Wakil Presiden tetapi keseluruhan,” jelas GKR Hayu Minggu (8/10).
GKR Hayu menuturkan dalam struktur negara Indonesia ada cek and balance. Jika generasi muda hanya mempedulikan bagaimana dan siapa presidennya saja negara akan pincang.
Hal ini karena Presiden dan Wakil Presiden tak bisa bergerak mengambil keputusan tanpa persetujuan DPR.
Maka dari itu memilih DPR yang balance, pro rakyat dan utamanya mampu mengakomodir generasi muda dan mampu mendengar serta menjawab kebutuhan rakyat khususnya sangat diharapkan untuk dipilih.
Baca Juga: Ratusan Relawan di Surabaya Doakan Gibran Jadi Cawapres 2024
Hal ini supaya terciptanya kepemimpinan yang sinergis dalam membangun Indonesia kedepannya. Adapun dan siapapun Presiden dan DPR akan membawa perubahan positif dan lebih baik bagi Indonesia kedepannya.
GKR Hayu menegaskan untuk organisasi Karang Taruna yang ia pimpin sendiri memang tidak boleh ikut Ambyur dalam berkampanye atau pun politik praktik.
Meski demikian sebagai person to person alias perseorangan generasi muda dituntut tetap mensukseskan Pemilu 2024 mendatang dengan memberikan hak pilihnya.
“Sebenarnya kualitas DPR juga harus wajib dipertimbangkan apakah program benar benar turun sampai ke bawah termasuk Pemilihan lurah juga harus demikian. Artinya pemilih pemula atau generasi muda sudah tidak boleh tinggal diam. Terus memberikan partisipasinya pada Pemilu bahkan pemilihan lurah di kampungnya. Suara pemilih pemula menentukan nasib bangsa ke depannya,” bebernya.
Baca Juga: Pastikan Yakult Halal dan Tidak Najis, KH Marzuqi Mustamar: Silahkan Diminum
Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum KPU DIY pemilih pemula di DIY mendominasi dalam Pemilu 2024 mendatang.
KPU DIY telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) DIY untuk Pemilu serentak 2024 sebanyak 2.870.974 pemilih, terdiri atas 1.473.875 pemilih perempuan dan 1.397.099 laki-laki.
Dari jumlah itu, generasi Z atau pemilih pemula berusia 17-24 tahun mencapai 432.568 orang. Sementara kelompok milenial berusia kisaran 25-39 tahun sebanyak 754.732 orang.
Jumlah DPT yang telah disahkan terdiri 1.473.875 pemilih perempuan dan 1.397.099 pemilih laki-laki. Adapun jumlah TPS sebanyak 11.932 tersebar 438 desa dan 78 kecamatan.
Dari data rekapitulasi KPU DIY menunjukkan Kabupaten Sleman memiliki pemilih paling banyak, yakni sebanyak 849.062 orang dengan jumlah TPS sebanyak 3.457 yang tersebar di 86 desa dan 17 kecamatan.
Baca Juga: Ini Identitas Tukang Becak yang Tewas Tertimpa Bangunan Runtuh di Jombang
Berikutnya, Kabupaten Bantul dengan jumlah 742.074 pemilih dengan jumlah TPS sebanyak 3.166 di 75 desa dan 17 kecamatan.
Jumlah pemilih di Kabupaten Gunungkidul tercatat sebanyak 613.155 dengan jumlah TPS sebanyak 2.709 di 144 desa dan 18 kecamatan.
Sementara itu, jumlah pemilih di Kabupaten Kulon Progo sebanyak 345.038 orang dengan jumlah TPS sebanyak 1.302 yang tersebar di 88 desa dan 12 kecamatan.
Kota Yogyakarta jumlah pemilihnya ditetapkan mencapai 321.645 orang dengan jumlah TPS sebanyak 1.298 tersebar di 45 desa dan 14 kecamatan. (aje/ian)






