Sidoarjo (beritajatim.com) – Kurang 4 hari lagi, tepatnya hari Sabtu, 5 Pebruari 2022, SMP Negeri 5 Sidoarjo akan menggelar kegiatan yang bertajuk Gerakan Literasi Sekolah. Sebab pentingnya kegiatan tersebut, seluruh warga sekolah mendukung, tanpa terkecuali Kepala SMP Negeri 5 Sidoarjo.
Kepala SMP Negeri 5 Sidoarjo yang memiliki panggilan akrab “Bu Lilis” ini sangat support dan siap mendukung kegiatan yang akan dilaksanakan hari Sabtu besuk. “Budaya Literasi ini harus dikumandangkan di sekolah-sekolah supaya peserta didik memiliki jiwa ketahanan yang kuat dalam menghadapi kehidupan di era digital,” kata Bu Lilis yang memiliki nama lengkap Lilik Sulistyowati,S.Pd.,M.Pd.
Estri Andajani,M.Pd selaku Ketua Panitia Gerakan Literasi Sekolah berpesan bahwa kegiatan ini harus bermakna dan nantinya akan menjadi kebiasaan baik peserta didik melalui literasi. Karena proses literasi akan menghasilkan kreasi.
“Kreasi ini yang dinamakan bakat, minat, potensi, keahlian, percaya diri dan tingkah laku yang pada akhirnya bisa untuk bekal di masa depan,” ujar Estri Andajani.
Gerakan Literasi Sekolah rencananya akan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Dr Tirto Adi MPd, Komite Sekolah, dan Kepala Desa Sidoklumpuk beserta jajarannya.
Segala persiapan mulai dari penataan panggung, terob, sound system, dekorasi, pengisi acara, bazar literasi (Literasi Numerasi, Literasi Sains, Literasi Baca Tulis, Literasi Sosial Budaya, Literasi Digital dan Literasi Finansial) sudah dilakukan dengan baik. Pengisi acara seluruhnya dari peserta didik, Karawitan, Band, Banjari, Paskibra, Geguritan, Pantun, Kidungan Jula-Juli, Tari dan Guk Yuk.
[berita-terkait number=”4″ tag=”smpn-5-sidoarjo”]
Ada yang menarik di dalam rentetan pengisi acara tersebut, yaitu kolaborasi karawitan dan band dengan menggarap lagu berjudul “LATHI”.
Selain dari pengisi acara yang menarik, juga ada hal bermakna yaitu peserta didik akan diberikan kesempatan membuat tulisan berupa cita-cita, harapan, motto pada sebuah kertas kemudian diletakan atau digantungkan pada pohon atau ranting yang ada di dalam sekolah. [but]








