Surabaya (beritajatim.com) – Program SMA Double Track yang diinisiasi Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) meraih penghargaan UNICEF. Program ini dinilai berkontribusi menekan angka penangguran.
Kadindik Jatim Aries Agung Paewai berkomitmen akan terus mengembangkan skill siswa SMA yang tak melanjutkan sekolah lewat SMA Double Track. Kata dia, sekitar 67,84 persen siswa di Jatim tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, salah satunya karena faktor ekonomi.
“Tentu ini menjadi concern kami. Jangan sampai, lebih dari 67 persen lulusan SMA ini menganggur. Kami berupaya menyelesaikan itu melalui SMA Double Track agar mereka bisa merintis usaha ataupun siap ke industri,” ujar Aries, Kamis (27/10/2023).
Program kerjasama dengan ITS Surabaya itu sudah berjalan 5 tahun. Kali ini, Dindik dan ITS fokus pada pengembangan digital skills siswa melalui Kelompok Usaha Siswa (KUS) yang sudah terbentuk di masing-masing sekolah pelaksana double track.
“Kami ingin anak-anak yang telah mengikuti pelatihan dengan trainer mereka, menghasilkan produk atau jasa ini bisa dirasakan oleh masyarakat luas. Bagaimana cara pemasarannya, bagaimana mereka bisa bermanfaat bagi masyarakat luas, kita kembangkan di sana di tahun kelima pelaksanaan program,” jelas Aries.
BACA JUGA:
Mahasiswa UMM Bantu Dua Siswa SMA Ar-Rohmah Malang Kembangkan Website Belajar Bagi Down Syndrom
Ia berharap melalui akselerasi ini, lulusan SMA dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jatim. Selain itu, juga memperbanyak entrepeneur muda di Jatim sesuai dengan cita-cita Program Nawa Bhakti Satya, Jatim Cerdas.
Sementara itu, apresiasi yang diberikan kepada Dindik Jatim, dikatakan Chief of Java Field Office Unicef Digital Skills Program Tubagus Arie Rukmana, tak lepas dari beberapa faktor. Salah satunya langkah Dindik Jatim untuk mengurangi jumlah penganguran di Jatim.
Ia menjelaskan, kolaborasi UNICEF dan Dindik Jatim baru pertama kali dilakukan tahun ini. Fokus utamanya untuk mengintegrasikan keterampilan digital sebagai bagian dari kurikulum program Double Track yang berpusat kepada wirausaha dan kesiapan kerja.
“Banyak harapan dalam program. Ini agar terealisasi. Di mana para siswa dapat memperoleh keterampilan digital khususnya terkait pemasaran secara digital yang dapat meningkatkan pemasaran produk dan usaha siswa disamping siswa juga membuat product digital seperti aplikasi, website dan produk digital lainnya,” sebutnya.
BACA JUGA:
Kadindik Jatim Tantang Cakep dan Kasek Bikin Inovasi Selama 6 Bulan
Di samping itu, faktor lain pemberian apresiasi adalah komitmen Dindik Jatim untuk terus berinovasi dalam menurunkan persentase pemuda (16-24) yang tidak dalam pendidikan, pekerjaan atau pelatihan (Not in Education, Employment, or Training-NEET), melalui program-program vokasi yang digagas, salah satunya double track.
“Kami berharap inovasi ini dapat membantu anak muda mengatasi tantangan dalam hidup mereka, melakukan transisi yang aman dan sehat menuju masa dewasa, dan terus berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia,” pungkas dia.
Saat ini sebanyak 51.853 siswa telah menerima pelatihan program double track yang melibatkan 967 DUDI. Adapun 31.858 di antaranya telah sukses bekerja mandiri dan beriwaurasaha dengan total transaksi selama 5 tahun mencapai lebih dari Rp6 miliar. [ipl/beq]






