Solo (beritajatim.com) – SKK Migas Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi (Jabanusa) menggelar pertemuan dengan para jurnalis untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pencapaian target produksi migas nasional.
Febrian Ihsan, Pjs Kepala SKK Migas Jabanusa, dalam lokakarya media periode I dengan tema Sinergi dan Kolaborasi Media Massa dalam Mendukung 22 Tahun Mengelola Industri Hulu Migas itu di Solo menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat dan membangun citra positif industri migas.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, hubungan antara SKK Migas dan media dapat semakin erat, sehingga komunikasi terkait program-program migas dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Hudi Suryodipuro, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, memaparkan sejumlah capaian industri migas dalam 22 tahun terakhir. Salah satunya adalah kontribusi yang signifikan terhadap Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai Rp5.045 triliun. Selain itu, industri migas juga berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, dan mendukung pengembangan UMKM.
“Industri migas adalah industri yang padat modal dan memiliki efek berganda yang besar terhadap perekonomian nasional,” kata Hudi. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi migas dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.”
Fokus pada Pengembangan Lapangan Baru
SKK Migas Jabanusa juga tengah fokus pada pengembangan lapangan-lapangan baru untuk meningkatkan produksi migas. SKK Migas telah menuntaskan delapan dari target 15 proyek pada tahun 2024, termasuk Hidayah Petronas Carigali Madura Il Ltd.
“Kami optimistis dengan potensi migas di wilayah Jabanusa. Dengan dukungan dari pemerintah, industri, dan masyarakat, kami yakin dapat mencapai target produksi yang telah ditetapkan,” tambah Hudi.
Hudi menegaskan bahwa peran media sangat penting dalam mendukung keberhasilan industri migas. Informasi yang akurat dan positif dari media dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri migas dan menarik investasi.
“Kami berharap media dapat membantu kami dalam menyampaikan informasi yang benar dan objektif tentang industri migas,” ujarnya. “Dengan demikian, masyarakat dapat memahami lebih baik tentang kontribusi industri migas bagi pembangunan negara,” tandasnya. [rea/beq]






