Lamongan (beritajatim.com) – Situs Jetis di Kabupaten Lamongan yang diduga cagar budaya mulai diekskavasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI pada Jumat (23/6/2023). Ekskavasi tersebut dalam rangka survei penyelamatan.
Situs Jetis lebih dikenal oleh masyarakat Lamongan dengan Makam Mbak Pendem. Di situs tersebut, berdiri pohon bidara berukuran besar yang diperkirakan sudah berusia ratusan tahun.
Lokasi persis dari situs ini yaitu di timur Makam Islam Kelurahan Jetis bersebelahan dengan area persawahan.
Survei penyelamatan metode ekskavasi ini diawali dengan kegiatan selamatan dan hidangan tumpeng melibatkan puluhan warga dan pemerintah desa setempat. Mereka duduk bersila, beralas tikar, dan memanjatkan doa secara bersama.
Arkeolog BPK Wilayah XI sekaligus Ketua Tim Survei Penyelamatan, Muhammad Ikhwan menerangkan, metode ekskavasi arkeologis ini dimulai dengan pemasangan grid di sekitar area situs.
“Kita mulai dengan memasang lima grid. Tim teknis kami ada lima dan ada juga pembantu lapangan. Agenda kami adalah survei penyelamatan dengan menggunakan metode ekskavasi,” ujar Ikhwan.
Baca Juga:
60 Pengusaha Catering di Lamongan Bersaing Ciptakan Menu Olahan Non Beras
Ikhwan menjelaskan, survei penyelamatan dengan ekskavasi ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan penanganan temuan dan tinjauan atas adanya dugaan terhadap struktur berbahan batu putih atau kapur di Kelurahan Jetis, Kecamatan Lamongan, pada Desember 2022 lalu.
Mengenai target yang ingin dicapai, tutur Ikhwan, nantinya ekskavasi tahap pertama ini setidaknya bisa mengetahui sebagian struktur fondasi yang terpendam di dalam tanah. Sehingga BPK bisa mengidentifikasi dan merekonstruksi bentuk asli dan apa yang terjadi pada bangunan tersebut.
“Ekskavasi ini rencananya bakal dilaksanakan selama 5 hari ke depan, terhitung mulai hari ini . Nah ini, target kami bisa mengetahui lebih awal apakah situs ini berpotensi sebagai struktur cagar budaya yang nantinya perlu ditindaklanjuti dengan pelestarian selanjutnya,” terangnya.
Baca Juga:
Kompolnas Award 2023, Kapolres Lamongan Terima Penghargaan Polres Terbaik Type A se-Indonesia
Dalam ekskavasi ini, BPK Wilayah XI menerjunkan tim yang terdiri dari pengkaji cagar budaya, pengolah data, teknisi gambar dan ukur, steller yang membantu merangkai struktur batuan, dan fotografer.
Proses penggalian awal dilakukan secara manual dan tampak lumayan sulit. Ini lantaran pohon bidara yang tumbuh di situs tersebut memiliki akar kuat dan menjalar ke beberapa bagian situs. Beberapa batuan dari situs itu juga tampak berserakan. [riq/beq]






