Lamongan (beritajatim.com) – Setelah sukses menggelar Lomba Masak Otak-otak, kali ini Lamongan kembali menyelenggarakan Lomba Cipta Menu Olahan Pangan Lokal B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) non beras. Lomba ini diikuti oleh 60 pengusaha catering.
Sama halnya dengan lomba masak sebelumnya, lomba ini diinisiasi oleh TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, yang digelar di Halaman Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, Kamis (22/6/2023).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan Moch. Wahyudi mengungkapkan bahwa lomba ini masuk menjadi rangkaian kegiatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-454.
Melalui lomba ini, tutur Wahyudi, diharapkan nantinya mampu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat Lamongan akan pentingnya mengkonsumsi pangan B2SA demi memenugi kebutuhan gizi keluarga.
Selain itu, sambung Wahyudi, juga untuk meningkatkan kreatifitas masyarakat dalam menciptakan atau mengembangkan menu B2SA berbasis sumberdaya lokal dan membangun budaya keluarga yang mampu memanfaatkan potensi pangan yang ada di sekitar.
BACA JUGA: Sudah Naik Haji Beneran, Choirun Jombang Tetap Dijuluki ‘Kaji Nunut’
“Kegiatan ini sebagai upaya untuk mendorong konsumsi pangan masyarakat agar sesuai dengan pola konsumsi pangan harapan, sehingga terbentuk SDM yang aktif, produktif, dan unggul,” ungkap Wahyudi.
Disebutkan oleh Wahyudi, lomba ini diikuti sebanyak 60 peserta yang merupakan pengusaha jasa kuliner catering di Lamongan. Sedangkan untuk menu yang dilombakan, ujar Wahyudi, adalah menu keluarga untuk makan pagi 20 peserta, makan siang 20 peserta, dan makan malam 20 peserta.

“Peserta juga wajib menyajikan 2 macam kudapan untuk balita dan anak berusia 6 sampai dengan 12 tahun. Bahan dasar yang digunakan untuk membuat olahan pangan B2SA ini adalah bahan pangan lokal non beras seperti jagung, kentang, singkong, ubi, talas, sorgum, berbagai sayuran, dan ikan,” paparnya.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang berkesempatan untuk membuka kegiatan ini menegaskan bahwa masyarakat Lamongan harus semakin kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan potensi makanan dari bahan baku non beras yang tidak membosankan sekaligus bergizi bagi keluarga.
“Lomba ini memanfaatkan potensi bahan makanan lokal. Banyak sekali potensi makanan dari bahan makanan non beras yang bisa diolah menjadi makanan yang sehat dan berkualitas tentunya,” ujar Yuhronur.
“Kita juga akan terus membiasakan membuat makanan bergizi khususnya untuk anak-anak kita sehingga mereka mendapatkan makanan yang tidak membosankan, menyenangkan, dan lebih bergizi,” tambahnya.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Lamongan ini juga menyampaikan bahwa pemerintah saat ini dihadapkan dengan persoalan stunting yang tidak ringan. Dia menyebut, target angka stunting nasional pada tahun 2024 mendatang harus sudah di bawah 14 persen.
“Memenuhi kebutuhan gizi keluarga itu penting, karena tantangan kita untuk stunting ini tidaklah ringan, target di tahun 2024 angka stunting ini sebagaimana arahan Bapak Presiden harus di bawah 14 persen, sedangkan kita sekarang masih di angka 27 persen. Untuk itu, berbagai effort harus dilakukan,” pungkasnya. [riq/nap]






