Blitar (beritajatim.com) – Syok dan sedih, itulah yang dirasakan oleh rekan dan guru di salah satu sekolah menengah kejuruan di Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar.
Mereka tidak menyangka sosok paling ceria di kelasnya, NAN(16) nekat mengakhiri hidup dengan menabrakkan diri ke kereta api Gajayana.
Kesedihan dan kaget yang dialami oleh guru serta rekan sekelas NAN(16) ini bukan tanpa alasan. Satu hari sebelum kejadian siswi berusia 17 tahun itu masih duduk di bangku kelas dan membuat rekan-rekannya tertawa.
Tidak ada raut wajah depresi yang terpancar dari siswi yang rumahnya tidak jauh dari sekolah tersebut. Ia nampak seperti biasa, bercanda dan tertawa dengan teman-temannya.
Namun ternyata dibalik keceriaan yang ia lakukan, NAN(16) menyimpan beban permasalahan yang cukup berat. Tekanan mental itu ia tuliskan dalam secarik kertas yang ditinggalkan di dalam tas sekolahnya.
“Dia itu anak kelas 10 tata boga, anaknya itu pintar baik dan kelihatan tidak ada masalah, jadi saat mendengar kabar kemarin pagi semua langsung kaget semua,” kata Yulianto, Kepala SMK di Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, Rabu (19/10/23).
Kini sosok si ceria itu telah berpulang. Teman-teman sekelas NAN(16) pun kini masih menyimpan kesedihan yang mendalam.
Mereka masih belum percaya, kenapa siswi 17 tahun itu pergi dengan cara yang tragis. Pasalnya selama ini NAN(16) tidak pernah bercerita tentang apa yang ia rasakan. Siswi kelas 10 itu selalu nampak ceria dan jadi penghibur bagi teman-temannya.
“Tidak ada yang percaya (kalau dia pergi), dia ini ceria orangnya tidak ada yang tahu kalau dia punya masalah atau bagaimana,” imbuhnya.
Rekan dan guru kelas NAN(16) pun tidak tahu apa yang membuat siswi kelas 10 itu nekat melakukan hal yang tidak terduga. Selama ini NAN(16) tidak pernah cerita soal apapun terkait keluarga atau asmaranya.
Baca Juga:
Ini Isi Surat Haru Siswi SMK Blitar Sebelum Tertabrak KA Gajayana
Namun dalam surat yang ditulis NAN(16) itu menyiratkan bahwa dirinya sedang mengalami tekanan hebat. “Mbak Hani, Mak, Pak , NAN(16) wis gak iso kuat koyo bendino. NAN(16) capek butuh istirahat seng tenang, sampean, mbk hani karo emak sehat-sehat nggih, nggak kabeh aku ngadepi kuat ya.”
“Semangat sedanten damel njenengan nggih mbak hani semangat sekolah e,”
“NAN(16) lek banyak salah maaf yo cah. NAN(16) wis gak iso kuat, wis gak iso gawe guyu kalian semua, aku wes capek sama keadaan bahkan diri sendiri,”
“Keysha, Nur, Kabeh cah seng tau aku banyak salah ndek kalian semua maafin ya. Semangat sekolah kalian hehe,”
“NAN(16) gak bisa kuat kayak kalian semua. Maaf Ya,” tulis NAN(16) dalam surat wasiatnya.
Kematian NAN(16) pun menjadi duka yang mendalam bagi rekan sekelas dan para guru. Mereka juga masih bertanya apa sebenarnya yang menjadi penyebab siswi 17 tahun itu melakukan perbuatan sepakat itu.
Jika Kamu butuh bantuan konsultasi untuk mengatasi masalah depresi atau Kamu melihat orang yang ingin melakukan aksi bunuh diri bisa menghubungi nomor darurat Kementerian Kesehatan di 119. (owi/ted)
Jika anda punya masalah terkait depresi silahkan Call Center Halo Kemenkes 1500-567, Kemenkes juga menyediakan Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567. Anda bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) [email protected].






