Gresik (beritajatim.com) – Siswa SMK Muhammadiyah 1 Gresik menciptakan mesin pendingin (freezer) bertenaga surya. Mesin ini dinilai menjadi solusi bagi para nelayan dan petambak yang selama ini menyimpan ikan menggunakan es batu.
Mesin yang dinamai Freezmut ini juga dilengkapi dengan instalasi listrik PLN. Tak hanya itu, Freezmut dipasangi teknologi yang memungkinkan kontrol dari ponsel pintar (smart phone).
“Riset pembuatan freezer ini membutuhkan waktu tiga bulan. Kelebihan yang kami ciptakan bisa dikontrol memakai smart phone,” ujar Ahmad Mursyid siswa kelas XII jurusan Teknik Pendingin dan Tata Udara kepada beritajatim.com, Kamis (5/1/2023).
Karya siswa SMK Muhammadiyah 1 Gresik tersebut, memiliki kelebihan bila dibanding dengan merek pabrikan. Jika produk pabrikan mempunyai daya 120 watt, Freezmut hanya membutuhkan daya 80 watt.
Untuk kapasitas, merek pabrikan mampu memuat 120 liter. Sementara karya anak sekolahan tersebut bisa menampung hingga 220 liter.
Dalam menciptakan alat ini, Mursyid mengaku tidak sendiri. Dia dibantu tim serta dibimbing oleh guru.

Siswa lain yang juga terlibat dalam karya ini, Ilham Maulana mengatakan, selama pembuatannya memanfaatkan kompresor dan kondensor bekas serta membeli komponen yang baru.
“Selama ini kami melakukan riset memang ada beberapa kendala atau trouble. Tapi, kami tidak patah semangat dan terus dimotivasi oleh guru pembimbing,” katanya.
Pembina Riset SMK Muhammadiyah 1 Gresik, M. Afrizal Fariz menyatakan, ke depannya akan ada pengembangan dari riset ini. Dia berbangga, riset ini mendapat dukungan langsung dari Bupati Gresik.
“Memang ada permintaan karya anak didik kami dari salah satu desa di Banyuwangi serta Dinas Perikanan Gresik. Terkait dengan ini, Hak Kekayaan Intelektual (Haki) akan dipercepat,” ungkapnya.
Saat ditanya soal harga per unit, Afrizal mengatakan tergantung permintaan. Bila dikalkulasikan untuk dua kuintal, biayanya sekitar Rp6 juta.
“Harga tersebut lebih murah dibanding dengan merek pabrikan,” katanya sambil berpromosi. [dny/beq]






