Magetan (beritajatim.com) – Warga Desa Sumbersawit, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, dikejutkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki di pinggir jalan, tepatnya di bawah pohon randu sekitar 50 meter dari rumah ibunya. Bayi tersebut ditemukan setelah Puskesmas Sidorejo menerima informasi mengenai seorang perempuan yang baru saja melahirkan, namun bayinya tidak berada bersamanya.
Kapolsubsektor Sidorejo, Ipda Bakoh Agus Purwoko, mengatakan, informasi awal diterima dari Puskesmas Sidorejo. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk memastikan kondisi ibu sekaligus mencari keberadaan bayi.
“Oke, jadi gini rekan-rekan eh awal awal tadi ada informasi dari Puskesmas Sidorejo bahwa ada seseorang yang selesai melahirkan. Namun demikian bayi tidak ada. Dari laporan itu selanjutnya kita melakukan penyelidikan, koordinasi dengan Puskesmas Sidorejo,” kata Bakoh, Jumat (4/9/2026)
Petugas kemudian mendatangi rumah ibu bayi di wilayah Tanjung. Dari penelusuran tersebut, bayi akhirnya ditemukan berada di pinggir jalan, di bawah pohon randu dengan jarak sekitar 50 meter dari rumah.
“Ternyata bayi ditemukan di pinggir jalan, di bawah pohon randu, sekitar 50 meter dari rumah si ibu bayi,” ujarnya.
Bayi tersebut selanjutnya langsung dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Petugas membawanya ke Puskesmas Sidorejo untuk mendapat penanganan awal dari bidan desa. Setelah itu, bayi dirujuk ke RSUD dr. Sayidiman Magetan guna memperoleh perawatan lebih lanjut.
“Nah, anak bayi kita tangani dulu diambil bawa ke Puskesmas Sidorejo, ditangani oleh bidan desa. Setelah itu dirujuk ke RSUD Sayidiman untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Bakoh.
Sementara itu, ibu bayi juga dibawa ke RSUD dr. Sayidiman. Polisi menyebut perempuan tersebut membutuhkan penanganan medis karena baru saja menjalani proses persalinan di rumah.
“Dan untuk ibu bayi sementara karena kondisi habis melahirkan sendiri di rumah akhirnya dibawa juga ke RSUD Sayidiman,” katanya.
Bayi Prematur
Bakoh memastikan kondisi bayi saat ditemukan dalam keadaan baik. Namun, bayi tersebut membutuhkan penanganan intensif karena berdasarkan pemeriksaan awal, bayi lahir dalam kondisi prematur.
“Alhamdulillah kondisi bayi baik. Namun karena memang lahirnya prematur sehingga penanganan intensif di RSUD Sayidiman,” ungkapnya.
Polisi juga memastikan tidak menemukan luka atau cacat pada tubuh bayi saat dievakuasi.
“Oh tidak ada,” jawab Bakoh ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya luka atau cacat pada bayi.
Dari informasi sementara yang diperoleh petugas, usia kandungan saat bayi dilahirkan diperkirakan sekitar enam bulan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan bayi harus mendapatkan pengawasan medis secara intensif di rumah sakit.
Mengenai proses persalinan, Bakoh mengatakan keterangan sementara dari pihak keluarga menyebut ibu bayi melahirkan di rumah. Persalinan disebut berlangsung secara spontan atau yang dalam istilah masyarakat setempat disebut “brojolan”.
“Oh sementara hasil keterangan dari keluarga yang tadi melahirkan di rumah. Melahirkan di rumah karena mungkin apa istilahnya brojolan kalau bahasanya brojolan. Jadi seperti itu,” jelasnya.
Status Pelajar SMK
Sebelumnya, Kepala Desa Sumbersawit, Sunyoto, mengatakan perempuan tersebut masih berstatus sebagai pelajar kelas 1 SMK. Namun, ia mengaku tidak mengetahui adanya kehamilan karena lingkungan sekitar tidak melihat tanda-tanda yang membuat warga curiga.
“Masih sekolah, kelas 1 SMK,” kata Sunyoto.
Menurut Sunyoto, siswa tersebut tinggal bersama ayah dan ibunya. Namun, pihak desa belum mengetahui secara pasti bagaimana proses persalinan hingga bayi akhirnya ditemukan di lokasi berbeda dari rumah ibu.
Sementara itu, terkait alasan bayi tidak langsung dibawa ke fasilitas kesehatan setelah dilahirkan, polisi belum memberikan kesimpulan. Bakoh menegaskan perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
“Jadi gini itu nanti sementara masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut nggih. Proses penyelidikan nanti dari Polres akan memberikan keterangan. Nanti hasil penyelidikan akan diinformasikan kepada jenengan semua,” tegasnya.
Polisi juga belum memberikan keterangan mengenai status ibu bayi, termasuk apakah yang bersangkutan masih berstatus sebagai pelajar. Bakoh mengatakan penanganan perkara tersebut selanjutnya akan dilakukan oleh penyidik Polres Magetan, khususnya unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
“Statusnya sementara masih kita tangani dulu ya. Nanti hasilnya bagaimana nanti jadi tunggu hasil penyelidikan dari Polres, penyelidikannya khususnya PPA nanti akan diinformasikan semua,” ujarnya.
Saat ini, fokus petugas adalah memastikan keselamatan dan kondisi kesehatan ibu serta bayi. Bayi laki-laki tersebut masih menjalani perawatan di RSUD dr. Sayidiman karena lahir prematur, sedangkan ibu bayi juga mendapat perawatan pascapersalinan.
Bakoh menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan alasan bayi berada di bawah pohon randu sebelum seluruh rangkaian penyelidikan selesai. Polisi memilih memastikan ibu dan bayi mendapat penanganan medis terlebih dahulu sembari mengumpulkan keterangan dari pihak terkait.
“Maksudnya sementara tugas kita dulu amankan dulu penanganan dulu terhadap bayi dan ibu supaya sehat dulu. Nah, nanti hasilnya bagaimana nanti saya,” pungkasnya.
Penyelidikan Polres Magetan melalui penyidik PPA selanjutnya diharapkan dapat mengungkap secara utuh kronologi persalinan, alasan bayi ditemukan di lokasi tersebut, serta kondisi dan latar belakang ibu bayi. Informasi resmi mengenai hasil penyelidikan akan disampaikan setelah proses pemeriksaan dan pendalaman keterangan selesai. [fiq/but]






