Lamongan (beritajatim.com) – Setelah menyalurkan zakat produktif ke pelaku usaha ultra mikro di Pasar Ikan Lamongan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa singgah ke Ponpes Tarbiyatut Tholabah (Tabah), Desa Kranji, Kecamatan Paciran, Lamongan, Selasa (20/9/2022).
Di Ponpes ini, Khofifah kembali menyalurkan sejumlah bantuan sosial. Bantuan tersebut meliputi bansos untuk para nelayan, bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), bantuan pencegahan stunting, dan bantuan untuk sopir angkot serta driver ojek online.
Tak hanya itu, orang nomor satu di Jatim ini juga meresmikan teknologi terbarukan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bantuan dari Dinas ESDM Pemprov Jatim. Juga meresmikan Auditorium Ponpes Tabah Kranji.
“Bantuan ini disalurkan untuk 1.706 nelayan Pantura Lamongan, di mana 1.206 di antaranya adalah nelayan di Kecamatan Paciran. Lalu untuk bantuan sosial pengentasan stunting sebanyak 110 orang, untuk penyandang disabilitas sebanyak 76 orang dan 10 orang tukang ojek online (Ojol). Jadi totalnya ada 1.906,” ungkap Khofifah.
Beragam bantuan tersebut, menurut Khofifah, dilakukan sebagai bagian dari program perlindungan sosial untuk pengendalian inflasi dan dampak kenaikan harga BBM, yang mana total anggarannya mencapai Rp257 miliar.
“Bantuan ini adalah good will Pemprov Jatim untuk meringankan beban masyarakat. Kami juga melakukan operasi pasar murah di 25 pasar yang menjadi sampling BPS, dilakukan setiap Senin pagi. Sedangkan yang berbasis Bakorwil dilakukan pada hari Minggu,” terangnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”khofifah”]
Sementara untuk pelaku UMKM, Khofifah mengaku, pihaknya masih menunggu program dari pemerintah pusat turun untuk kemudian disambungkan dengan program yang ada di daerah. Hal ini untuk menghindari terjadinya overlap.
“Kalau yang tadi kita bagikan di Pasar Ikan Lamongan adalah zakat produktif yang hanya untuk pelaku usaha ultra mikro dengan target adanya penguatan internal agar mereka tidak terjerat rentenir,” tambahnya.
Lebih lanjut mengenai bantuan PLTS di Ponpes Tabah ini, Khofifah berkata bahwa PLTS ini pada dasarnya untuk mengurangi beban listrik di masing-masing ponpes.
“PLTS bantuan dari Pemprov ini pada dasarnya untuk mengurangi beban listrik di masing-masing pondok pesantren agar lebih efisien,” pungkasnya. [riq/beq]








