Gresik (beritajatim.com) – Guna membantu ketahanan pangan, PT Petrokimia Gresik bersinergi dengan Kodam V Brawijaya dengan memanfaatkan lahan tidur di Desa Wedoroanom, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Lahan seluas 205 hektare milik TNI AD itu ditanami padi dan tanaman jagung. Setelah melalui demplot (demontration plot), lahan menghasilkan 7 ton padi idaman atau dikenal dengan indahnya kebersamaan.
Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satryo Annurogo menuturkan, selama ini TNI AD selalu komitmen terhadap ketahanan pangan nasional. Komitmen dengan memanfaatkan lahan tidur. Apalagi lahan sekarang trennya terus menyusut.
“Dari demplot yang kami lakukan bersama TNI AD, khususnya Kodam V Brawijaya didapatkan 7 ton padi idaman per hektare,” tuturnya, Selasa (21/03/2023).
Diakui Dwi Satryo, pengalaman membuat demplot ini benar-benar baru. Berdasarkan pengalaman, butuh bertahun-tahun untuk bisa menghasilkan panen. Namun, hal ini berbeda saat melakukan demplot di lahan tidur. Satu hektare saat panen mampu melampaui rata-rata produksi padi di Kabupaten Gresik.
“Artinya di sini ada harapan bisa meningkatkan budidaya tanaman padi dengan baik. Sehingga, tidak perlu khawatir mengenai krisis pangan. Secara nasional kegiatan seperti ini harus digaungkan. Satu hektare bisa menuju langkah 1 juta hektare,” ujarnya.
Sementara itu, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf mengatakan, pihaknya akan terus bersinergi dengan kesatuan yang ada guna memanfaatkan lahan tidur.
“Lahan seluas 205 hektare silahkan dimanfaatkan untuk petani melalui sinergi daripada tidak digunakan. Toh hasilnya bisa membantu ketahanan pangan,” katanya.
Jenderal bintang dua itu menambahkan, dirinya mengapresiasi komandan satuan kewilayahan. Ini bisa dilihat adanya lahan tidur yang disulap menjadi lahan produktif.
BACA JUGA:
Jenderal TNI Dudung Abdurachman Sandang Gelar Mas Panjii
Viral Video Pria Berseragam TNI Ngamuk di Kantor Disperindag Magetan
Arena Judi Dadu di Gresik Dibongkar Anggota TNI dan Polri
“Maju dan tidaknya daerah bisa dilihat dari komandan kewilayahannya. Kalau banyak inovasi dan sering blusukan melihat daerah, pasti daerahnya maju dan ada kegiatan,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Gresik, Eko Anindhito Putro menyatakan saat ini masih banyak lahan dialihfungsikan. Untuk itu, pihaknya memanfaatkan lahan tidur milik TNI AD.
“Sebelum ditanami padi, lahan tersebut merupakan lahan tidur. Mudah-mudahan melalui sinergi ini bisa menghasilkan produksi padi lebih banyak lagi,” pungkasnya. [dny/but]






