Surabaya (beritajatim.com) – Dosen Pengobat Tradisional (Battra) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dr Ario Imandiri memaparkan sejumlah manfaat dan peranan akupunktur untuk mengatasi kasus infertilitas.
Ario mengatakan, infertilitas jika ditinjau dari pengobatan Traditional Chinese Medicine (TCM) tak ditemui perbedaan yang begitu spesifik dengan ilmu konvensional, dan akan mendapat terapi sesuai dengan penyebabnya.
“Dalam TCM, nantinya akan melihat sindrom dari pasien itu sendiri. Contoh dalam TCM ada sindrom defisiensi qi pada ginjal, defisiensi limpa, ekses api hati dan sebagainya. Kemudian perawatan terapinya akan mengacu pada sindromnya,” terang Ario, Sabtu (28/1/2023).
Dokter spesialis akupuntur di RSUA Surabaya itu menyebut jika teknik akupuntur bisa meningkatkan keberhasilan proses kehamilan berbantu, seperti program bayi tabung. Namun, program bayi tabung atau IVF tidak murah bahkan ada pula yang berkali-kali gagal. Sebab itulah, diperlukan adanya persiapan sejak awal, misalnya terapi akupunktur.
“Sejauh ini menurut pengalaman, pasien yang datang dengan tujuan perawatan akupunktur sebagai persiapan untuk IVF, semuanya memiliki hasil yang bagus setelah diterapi akupunktur dan menunjukkan keberhasilan,” katanya.
Ario pun membeberkan sejumlah manfaat akupuntur, seperti memperbaiki hormon reproduksi pada wanita, dan mempersiapkan kualitas telur serta kesiapan rahim. Sementara bagi laki-laki, akupuntur bisa meningkatkan kualitas sperma.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kesehatan”]
Dijelaskannya, metode moksibusi dan elektrostimulator juga bisa ditambahkan dalam terapi. Hal itu bisa menjadi penunjang tambahan sesuai sindrom pasien. Disarankan, setidaknya perawatan ini dilakukan selama 6 bulan sebelum proses kehamilan berbantu.
“Jika kita hendak membuat atau merangsang suatu telur ataupun sperma, maka dari awal pembuatan di tubuh hingga siap untuk membuahi maka sperma atau telur membutuhkan waktu sebaiknya 6 bulan. Tapi minimalnya 3 bulan. Tinggal kita meningkatkan kualitasnya,” jelasnya.
Perlu digarisbawahi, bahwa hal terpenting selama menjalani terapi infertilitas, yakni pasien disarankan agar memperbaiki gaya hidup. Misalnya seperti menjaga nutrisi dan mengatur diet yang disesuaikan dengan sindrom. [ipl/beq]






