Sidoarjo (beritajatim.com) — Puluhan tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) lampu hias milik Pemerintah Kabupaten Sidoarjo di sepanjang Jalan Pahlawan dan Jalan Pucang ditemukan dalam kondisi keropos dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Temuan tersebut didapat saat Komisi C DPRD Kabupaten Sidoarjo melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan pusat Kota Delta pada Rabu (11/3/2026). Sidak dipimpin langsung Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, H. Choirul Hidayat, bersama sejumlah anggota dewan.
Dari hasil pengecekan di lapangan, kondisi sejumlah tiang PJU dinilai memprihatinkan. Bagian bawah pilar utama hingga kotak saklar on-off banyak yang mengalami karat parah bahkan berlubang. Kondisi tersebut membuat struktur tiang dinilai tidak lagi aman digunakan.
Bahkan, dilaporkan satu tiang PJU sempat roboh di kawasan depan Ramayana Mall Sidoarjo atau Sidoarjo Plaza.
Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo H. Choirul Hidayat menegaskan bahwa kondisi tiang lampu hias tersebut sudah tidak layak dipertahankan karena berpotensi membahayakan masyarakat.
“Hasil temuan di lapangan kondisinya sudah tidak layak lagi untuk digunakan. Banyak badan tiang yang keropos. Padahal, faktor keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama. Semestinya, tiang-tiang ini segera diganti,” ujar Choirul Hidayat.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Sidoarjo Abud Asyrofi menduga kerusakan pada tiang PJU tersebut terjadi karena usia yang sudah lama serta minimnya perawatan sejak pertama kali dipasang.
Menurutnya, keberadaan PJU tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika kota, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjamin keselamatan pengguna jalan.
Ia mengingatkan bahwa kondisi tiang yang rapuh dapat meningkatkan risiko ambruk dan menimpa pengendara yang melintas di jalan utama tersebut. Kerusakan juga disebabkan material yang sudah mengalami korosi sehingga tidak mampu lagi menopang beban.
“Tidak hanya itu, soal estetika dan aset adalah fasilitas yang sudah bagus untuk mempercantik kota ini, tetap harus dipertahankan melalui perawatan berkala. Hal itu, sebagai tanggung jawabnya. Karena perawatan memadai kewajiban pemerintah daerah sebagai pemilik aset di median jalan itu,” jelas politisi PKB dari Dapil IV Sidoarjo tersebut.
Komisi C DPRD Sidoarjo pun meminta pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh serta mengganti tiang-tiang PJU yang dinilai berbahaya agar tidak menimbulkan risiko kecelakaan bagi masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Sementara Kepala Bidang PJU, Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Sidoarjo, Drian Isa Yostofa menjelaskan aset PJU hias itu sebelumnya merupakan milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Sidoarjo.
Kemudian karena perubahan Susunan Organisasi Tata Kelolah (SOTK) lembaga kemudian dialihkan pengelolaannya ke Dishub Pemkab Sidoarjo. “Kami belum bisa merawatnya karena kendala anggarannya belum ada,” terang Yosi.
Yosi mengaku pihaknya sudah menyadari kerusakan puluhan PJU dan lampu hias itu sejak lama. Namun pengajuan anggaran untuk penggantiannya yang sudah direncanakan selalu kandas alias gagal.
”Kami sudah beberapa kali mengajukan anggaran perbaikan, tetapi belum pernah disetujui. Untuk satu titik penggantian tiang saja butuh sekitar Rp 17 juta (tanpa lampu). Karena belum ada anggaran, langkah darurat kami saat ini hanya melakukan pengelasan pada bagian yang rawan roboh itu saja,” ungkap Yosi.
Yosi juga mengaku mengkhawatirkan aspek hukum jika terjadi kecelakaan. Misalnya jika sampai PJU yang keropos itu roboh dan menimpa warga atau pengguna jalan. Nah, kasus ini siapa yang akan bertanggung jawab? “Padahal, tidak ada asuransi untuk kejadian seperti ini,” tukasnya.
Bagi Yosi saat ini ada angin segar di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2026. Hal ini karena.melihat urgensi di lapangan, Komisi C DPRD Sidoarjo berkomitmen untuk mengawal masalah penganggaran perawatan PJU – PJU itu.
“Alhamdulillah, pihak legislatif (DPRD Sidoarjo) berencana akan melakukan back-up anggaran penggantian tiang PJU melalui skema Perubahan Anggaran (PAK) Tahun 2026 mendatang. Nah, langkah ini diharapkan menjadi solusi permanen agar wajah kota Sidoarjo tetap cantik tanpa mengabaikan aspek keamanan bagi warganya dan pengguna jalan lainnya,” papar Yosi. (isa/ted)






