Batu (beritajatim.com) – Eks Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, meninggal dunia pada Kamis (30/11/2023) di usia 63 tahun. Dia mengembuskan napas terakhir usai berjuang melawan sakit di RSUD dr Karyadi Semarang.
Sebelum menjadi Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses. Namanya pun populer, terutama di kawasan Malang Raya.
Kepopuleran itu menjadi bekal bagi Eddy untuk terjun ke dunia politik. Turun di ajang Pemilihan Kepala Daerah, Eddy terpilih menjadi Wali Kota Batu dua periode.
Berbekal pengalaman sebagai pengusaha, Eddy Rumpoko punya obsesi besar menjadikan perekonomian daerah yang dia pimpin tumbuh pesat. Dia wujudkan obsesi tersebut dengan membangun Kota Batu. Lewat sentuhannya, citra Batu sebagai kota dingin berubah menjadi sentra agribisnis dan kota wisata terkemuka di Jawa Timur.
Bernama lengkap, H. Eddy Rumpoko, lahir di Manado, Sulawesi Utara, 8 Agustus 1960. Eddy Rumpoko adalah putra sulung alm Brigjen TNI (Purn) Sugiyono dan Egnie Rumambe Sugiyono. Ayahnya merupakan jenderal TNI.
BACA JUGA:
Kabar Duka: Eks Wali Kota Batu Eddy Rumpoko Meninggal Dunia
Eddy juga pernah menjadi Wali Kota Malang periode 1973-1983 dan perintis berdirinya PS Arema bersama dengan Acub Zaenal, mantan Gubernur Irian Jaya periode 1973-1975 dan mantan pengurus PSSI periode 80-an.
Eddy menikah dengan Hj Dra Dewanti Rumpoko dan memiliki tiga orang anak yang bernama Dinasty Rumpoko, Ganisa Pratiwi Rumpoko dan Anindia Parasmay Putri Rumpoko.
Eddy Rumpoko menjabat sebagai Wali Kota Batu mulai dari 24 Desember 2007. Periode pertama pada 2007-2012, bersama politisi PKB asli kelahiran Kota Batu, Budiono sebagai wakil wali kota.
Selama lima tahun memimpin Batu, popularitas Eddy Rumpoko makin tinggi. Ia lalu mencalonkan diri lagi tahun 2012. Periode kedua ini, Eddy berpasangan dengan politisi PDI Perjuangan, Punjul Santoso dan kembali memenangkan kontestasi.
Tahun 2023 ini, di usinya yang baru saja 63 tahun, Eddy Rumpoko telah pergi dari dunia untuk selamanya. Ia berpulang di RS Kariyadi, Semarang, sekitar pukul 05.30 WIB, karena sakit.
BACA JUGA:
Eddy Rumpoko Ajukan Bukti Baru untuk Upaya Hukum PK
Sejak menjabat Wali Kota Batu tahun 2007, Eddy banyak melakukan inovasi dan terobosan untuk Kota Batu lewat sekor wisata. Hotel, penginapan, dan restoran yang dulunya nyaris gulung tikar karena sepi, merangsek membaik di masa kepemimpinannya.
Lalu ER, sapannya, menawarkan konsep budaya lokal dengan jaminan keamanan pada investor untuk menggarap potensi wisata di Kota Batu. Dengan background sebagai pengusaha di bidang properti, Eddy mengemas alun-alun Kota Batu sebagai taman wisata nyaman sebagai tempat bermain anak-anak.
Sebelum ER menjadi wali kota, Batu hanya punya tiga objek wisata. Namun tahun 2014 bertambah jadi lebih dari 10 destinasi. Beberapa di antaranya yang terkenal seperti Museum Satwa Batu, Batu Night Spectacular, Jatim Park, Eco Green Park dan Museum Angkut.
Bahkan sampai 2014, jumlah kunjungan wisata ke Kota Batu mencapai 3 juta orang. Angka tersebut naik drastis bila dibanding dengan saat Eddy baru menjabat pada 2007. [dan/beq]






