Surabaya (beritajatim.com) – Cuaca di wilayah Mataraman pada Kamis, 20 November 2025, diprediksi berubah cukup signifikan sepanjang hari. Prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, S.Tr., memaparkan bahwa ketiga wilayah Ngawi, Magetan, dan Ponorogo akan mengalami kombinasi langit berawan hingga hujan ringan.
“Kondisi siang hari menjadi waktu paling berpotensi terjadi hujan, sehingga masyarakat sebaiknya menyiapkan perlindungan saat beraktivitas,” jelas Oky pada Rabu (19/11).
Ngawi
Ngawi akan memulai pagi dengan langit berawan sejak pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Cuaca kemudian berubah pada siang hari, tepat pukul 13.00 WIB, ketika hujan ringan diprediksi turun. Kondisi berawan kembali mendominasi mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.
Suhu harian berada pada rentang 23–30 derajat Celcius, dengan angin bertiup dari Utara sekitar 8,3 km/jam. Kelembapan udara cukup tinggi, antara 68–97 persen. Oky menegaskan,
Magetan
Pagi di Magetan diperkirakan berawan, namun kondisi berubah lebih cepat dibanding wilayah lain. Hujan ringan turun mulai pukul 10.00 WIB dan meningkat menjadi hujan sedang pada pukul 13.00 WIB. Memasuki pukul 16.00 WIB, wilayah ini sempat mengalami udara kabur. Setelah itu, cuaca kembali stabil dengan langit berawan hingga pukul 22.00 WIB.
Suhu terpantau pada kisaran 22–27 derajat Celcius, dengan angin berasal dari Selatan berkecepatan 8,1 km/jam. Kelembapan udara berada pada 74–96 persen.
“Magetan sering menunjukkan pola hujan bertahap seperti ini, dimulai ringan lalu meningkat seiring pemanasan siang hari,” ujar Oky dalam penjelasannya.
Ponorogo
Di Ponorogo, pagi hari dimulai dengan kondisi cerah berawan pada pukul 06.00–07.00 WIB. Namun, hujan ringan akan muncul sejak pukul 10.00 hingga 13.00 WIB. Setelah itu, wilayah ini kembali diselimuti awan dari pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.
Suhu udara berkisar antara 22–28 derajat Celcius dengan angin dari arah Selatan 8,3 km/jam. Tingkat kelembapan udara juga cukup tinggi, yakni 74–96 persen.
“Ponorogo cenderung mengikuti pola cuaca harian yang mirip dengan Magetan, terutama pada musim peralihan,” tambah Oky.
Dengan pola cuaca yang didominasi awan dan hujan, masyarakat di tiga wilayah tersebut diimbau tetap memperhatikan kondisi langit sebelum beraktivitas.
“Perubahan cuaca bisa terjadi cepat, jadi ada baiknya selalu membawa jas hujan atau payung,” tutup Oky. [mnd/aje]






