Jombang (beritajatim.com) – Pemkab Jombang meminta kepada Camat yang berada di kawasan wisata rawan bencana tidur di rumah dinas selama libur Nataru (Natal dan Tahun Baru). Sehingga ketika terjadi sesuatu bisa langsung direspon dengan cepat.
Selain itu, Kades (Kepala Desa) dan perangkat desa diharuskan untuk melakukan piket. Rumah dinas camat itu adanya di kantor Kecamatan. Demikian diungkapkan Penjabat (Pj) Bupati Jombang Sugiat saat diminta komentarnya terkait lokasi wisata yang rawan bencana, semisal di Kecamatan Wonosalam.
Karena selama ini Wonosalam selalu banjir pengunjung ketika liburan. Mereka menikmati keindahan Wonosalam yang alamnya pegunungan. Panoramanya indah. Jalannya naik turun dan berkelok. Perbukitan memanjang di sepanjang wilayah itu. Banyak wisata yang dibuka. Apalagi memasuki musim durian seperti sekarang ini.
Pengunjung dari luar kota banyak yang datang untuk melepas penat dengan menikmati buah berduri tersebut. Namun di balik keindahan kawasan Wonosalam menyimpan potensi bencana longsor. “Kita tetap layani masyarakat yang ingin berlibur ke Jombang,” kata pria yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Intelejen Daerah (Kabinda) Sulawesi Barat Ini, ditulis Jumat (22/12/2023).
Bagiamana dengan wisata yang ada potensi bencana seperti Wonosalam? Sugiat mengakui Kecamatan Wonosalam terdapat potensi longsor. Untuk itu pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat guna meningkatkan kewaspadaan.
Selain itu, pihaknya juga sudah memerintahkan Camat setempat untuk tidur di rumah dinas. Sedangkan Kades (Kepala Desa) dan perangkat desa harus piket. Sehingga ketika terjadi apa-apa bisa direspon dengan cepat. Tidak kemudian kita mencari-cari. Nanti akan kita sidak (inspeksi mendadak),” pungkas Sugiat. [suf]






