Surabaya (beritajatim.com) – Mungkin, kita sudaha tidak asing dengan istilah vegetarian. Sebagian lagi mungkin juga pernah mendengar kata vegan. Dan kebanyakan dari kita, mungkin. Merasa bahwa kedua hal tesebut, vegetarian dan vegan adalah dua hal yang sama. Sama-sama gaya hidup dengan tidak mengkonsumsi makanan hewani.
Di taraf tertentu, kedua istilah ini memang memiliki kesamaan. Namun, di sisi yang lain, dua gerakan ini memiliki perbedaan di beberapa bagian dan mungkin memiliki ketidak cocokan. Terutama dalam hal pola gerakan dan bagaimana mereka mengkampanyekan gerakan mereka. Meski, tidak semua orang yang mengikuti gaya hidup ala vegan dan vegetarian harus mengikuti kampanye-kampanye mereka.
Pada mulanya, kedua gaya hidup ini berdasar pada alasan yang sama yakni kpedulian mereka pada nasib hewan-hewan yang dijadikan sebagai bahan makanan. Mereka merasa bahwa hewan juga memiliki hak yang sama untuk hidup juga mendapat perawatan yang baik seperti manusia.
Term mengenai vegan sendiri datang belakangan. Nama vegan dengan kampanyenya untuk tidak memakan bahan makanan hewani beserta semua turunannya seperti telur, susu, madu, serta minyak ikan, baru hadir di tahun 1944. Bersamaan dengan berdirinya vegan society di Inggris.
Selain tidak memakan daging dan segala produk turunan dari hewan, vegan juga tidak mau menggunakan semua produk yang berasal dari hewan. Baju dari kain wol, peralatan berbahan kulit, sutra, kemoceng bulu ayam juga menjadi pantangan baagi mereka.
Sedangkan vegetarian memiliki kelonggaran dan lebih fleksibel daripada vegan. Mereka memang menjadikan sayuran dan produk nabati lainnya sebagai makanan utama. Namun, kelompok vegetarian tertentu masih mau mengonsumsi telur, susu, serta madu.
Vegetarian sendiri memili beberapa jenis klasifikasi berdasarkan pada seberapa longgar mereka memberikan batasan pada produk hewani yang bisa dijadikan sebagai bahan makanan.
Lacto-ovo Vegetarian
Para vegetarian jenis ini masih mengkonsumsi produk susu dan telur namun tidak dengan daging hewan, unggas, maupun hewan laut.
Lacto-Vegetarian
Mereka adalah vegetarian yang tidak mengonsumsi semua daging merah, unggas, atau hewan laut. Namun, vegetarian lacto mengonsumsi susu dan produk turunannya seperti keju dan yogurt.
Ovo-Vegetarian
Hanya mengkonsumsi telur namun tidak mengkonsumsi produk susu dan turunannya, daging hewan, unggas, hewan laut.
Pesco-vegetarian
Paling berbeda dibandingkan dengan yang lain karena mereka akan tetap mengonsumsi hewan laut seperti ikan, udang dan makanan laut lain. Namun, mereka tidak mengonsumsi daging hewan, unggas dan produk turunannya. [prd/tur]






