Surabaya (beritajatim.com)- Berkendara dengan motor banyak menjadi pilihan karena lebih praktis, baik untuk jarak jauh maupun dekat. Selain itu, sepeda motor yang kecil memungkinkan pengendara melewati kemacetan yang penuh dengan mobil.
Tidak ayal, sepeda motor menjadi kendaraan favorit dengan peminat yang selalu tinggi. Bahkan, tidak sedikit orang yang memiliki lebih dari satu motor di rumah.
Namun dibalik kepraktisannya, ada satu masalah yang kerap tidak disadari para pengendara: rasa kantuk yang tiba-tiba muncul di tengah perjalanan. Fenomena ini bisa berbahaya karena menurunkan fokus dan meningkatkan risiko kecelakaan. Lalu, mengapa sebenarnya naik motor bisa membuat pengendara cepat mengantuk?
Kurangnya Oksigen Akibat Pakai Masker dan Helm
Meskipun berkendara menggunakan motor memungkinkan tubuh terkena udara lebih banyak, nyatanya menggunakan motor tetap memiliki kemungkinan pengguna kekurangan oksigen.
Penggunaan helm full-face yang kurang memiliki ventilasi udara, ditambah dengan masker yang terlalu tebal, bisa membuat aliran udara ke dalam tubuh tidak optimal. Kondisi ini menyebabkan pasokan oksigen ke otak berkurang, sehingga pengendara lebih cepat merasa lelah, pusing, bahkan mengantuk di perjalanan.
Perjalanan Jauh dan Monoton
Perjalanan jauh sering kali membuat pengendara motor rentan mengantuk, terutama saat melewati jalan lurus dan sepi tanpa banyak tantangan. Kondisi monoton ini membuat otak kehilangan rangsangan sehingga kewaspadaan menurun, dan muncullah fenomena yang disebut highway hypnosis atau hipnosis jalan, yaitu keadaan ketika pengendara masih mengemudi tetapi pikirannya melayang, konsentrasi berkurang, dan reaksi melambat
Paparan Angin Terus Menerus
Angin yang terus-menerus mengenai tubuh membuat suhu menurun perlahan, sehingga tubuh terasa lebih dingin dan rileks. Kondisi ini dapat menipu otak seolah-olah tubuh sedang berada dalam posisi nyaman untuk beristirahat, bukan dalam situasi yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Jika perjalanan berlangsung cukup lama, efek relaksasi dari hembusan angin tersebut akan semakin kuat, membuat pengendara lebih cepat kehilangan fokus dan akhirnya mengantuk di jalan.
Kelelahan Sebelum Berkendara
Ketika harus berkendara dalam posisi statis dengan duduk tegak sambil terus memegang stang membuat beban fisik tersebut semakin menumpuk karena otot tidak mendapat kesempatan untuk benar-benar rileks. Kondisi ini membuat pengendara mudah merasa lesu, mata terasa berat, dan akhirnya kantuk datang lebih cepat, bahkan meski perjalanan baru berlangsung sebentar.
Rasa kantuk saat berkendara motor bukanlah hal sepele yang bisa diabaikan. Untuk menghindari rasa kantuk saat berkendara dapat dilakukan dengan sering beristirahat saat di perjalanan, memakan cemilan seperti permen, atau mendengarkan musik. Selain sebagai teman seperjalanan, hal itu juga berfungsi agar fokus kita tetap terjaga karena kewaspadaan di jalan adalah kunci utama keselamatan.
[Erlina Damayanti]






