Surabaya (beritajatim.com) – Secara alami, tubuh memang memiliki kebutuhan untuk buang air kecil, yang mana bertujuan agar sisa dan limbah dalam tubuh bisa terbuang dengan baik. Kandung kemih yang sehat dapat menahan sekitar 400-500 ml atau sekitar dua gelas urine sebelum mencapai kapasitas maksimalnya. Ketika kandung kemih ini terisi sekitar setengahnya dengan cairan, ia akan mengirimkan sinyal ke otak bahwa sudah waktunya untuk buang air kecil.
Dari situlah otak akan menciptakan keinginan untuk pipis, namun juga bisa meminta kandung kemih agar bertahan. Ini lantaran terkadang seseorang berada pada posisi di mana ia tak bisa langsung buang air kecil. Entah saat berkendara, sedang rapat dengan kantor, atau hal genting lainnya.
Sekali dua kali mungkin tidak masalah, namun jika sudah menjadi kebiasaan, maka akan ada bahaya yang mengancam. Berikut ini adalah masalah kesehatan yang bisa kalian alami jika terlalu sering menahan pipis.
1. Nyeri
Menurut Medical News Today, seseorang yang terbiasa menahan pipis lambat laun akan mengalami sakit pada kandung kemih atau ginjal. Bahkan buang air kecil bisa terasa menyakitkan. Otot-otot tetap mengepal sebagian meski urine telah dikeluarkan, sehingga akan menyebabkan kram pada panggul.
2. Infeksi saluran kemih (ISK)
Perlu kalian ketahui bahwa menahan buang kecil terlalu lama atau terlalu sering akan memberi kesempatan pada bakteri untuk berkembang biak. Akhirnya akan memicu terjadinya ISK. Ditambah lagi jika kalian bukan orang yang gemar minum, sehingga tubuh akan kekurangan cairan dan kandung kemih tidak bisa memberi tahu tubuh agar rutin buang air kecil. Disitulah perkembangan bakteri lebih besar.
3. Kerusakan otot dasar panggul
Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa menahan buang air kecil bisa menyebabkan kram pada panggul hingga alami kerusakan pada otot-otot dasar panggul. Salah satu otot ini adalah sfingter uretra yang menjaga uretra tetap tertutup, untuk mencegah urin bocor keluar. Apabila otot tersebut tidak berfungsi, maka bisa menyebabkan inkontinensia urin.
4. Batu ginjal
Urine mengandung berbagai macam zat, seperti kapur, asam fosfat, asam sulfat, klorida, natrium, kalsium serta masih banyak lagi yang diperoleh dari air putih. Jika endapan zat ini tidak dikeluarkan secara rutin maka akan membuat tubuh mendapat kelebihan zat, sehingga akan membentuk endapan di ginjal beeiapa batu. Jika sudah seperti ini, buang air kecil pun akan terasa sangat menyakitkan.
5. Pembengkakan kandung kemih
Seperti yang sudah disebutkan, kandung kemih pada orang dewasa sehat biasanya dapat menyimpan hingga 440 ml cairan. Artinya, kandung kemih rata-rata dapat menampung hingga seperempat air yang kalian minum setiap hari. Walaupun kalian minum banyak air untuk menjaga kebutuhan cairan tubuh dan ginjal dalam keadaan sehat, perlu diseimbangkan dengan rutin buang air kecil.
Saat terbiasa menahan buang air kecil, maka yang terjadi adalah urine akan menumpuk dan menyebabkan pembengkakan hingga menyebarkan penyakit pada kandung kemih. Ini lantaran air yang tetap masuk tanpa mengeluarkan cairan yang sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh. Akibatnya, kandung kemih kelebihan muatan dan bisa membengkak.
Jika kandung kemih mendapat terlalu banyak tekanan akibat penumpukan urine, organ ini bisa pecah dan bisa berakibat fatal. Bahkan bisa terjadi pengumpulan batu karena terlalu lama berkumpul pada satu tempat dan tidak dikeluarkan.
Melihat dampak yang berbahaya tersebut, maka ada baiknya untuk rutin membuang air kecil bahkan disaat-saat genting sekalipun. Lebih baik mencegah daripada harus merasakan sakit luar biasa.[mnd/esd]






