Surabaya (beritajatim.com) – Bagi pecinta kucing, hewan berkaki empat itu bukanlah sekedar peliharaan, namun sosok yang menggemaskan dan patut untuk diberi kasih sayang. Itulah mengapa mengajak kucing bermain sembari mengobrol adalah hal yang biasa. Terkadang mereka juga memperlakukan kucik bak anak manusia biasa.
Bahkan ketika seseorang kehilangan hewan kesayangannya itu, mereka menggunakan sebuah cara yang terbilang unik. Yakni dengan memberi makan pada kucing – kucing liar di sekitar, sembari menitip “pesan” untuk meminta kucing yang hilang tersebut agar segera pulang. Meski terdengar tidak masuk akal, tidak sedikit yang mengakui jika cara tersebut berhasil membawa kucing peliharaan mereka kembali ke pemiliknya.
Belum lagi dengan kelucuan kucing – kucing yang merespon ketika namanya sedang dipanggil. Fenomena ini pun membuat banyak orang bertanya – tanya, apakah kucing bisa memahami bahasa manusia? Lantas bagaimana cara kerja otak kucing hingga bisa merespon ucapan manusia?
Melansir dari laman Hills Pet, kucing memiliki berbagai macam bentuk reaksi untuk merespon manusia. Ada juga beberapa kucing yang tidak datang meski namanya dipanggil berulang kali, dan itu bukan berarti ia sedang bersikap mengabaikan. Bisa jadi kucing tersebut bereaksi namun dengan bentuk nonverbal, dan manusia tidak menyadarinya.
Kucing tidak memiliki kemampuan kognitif untuk menafsirkan bahasa manusia, namun hewan mamalia tersebut mengetahui jika kalian sedang berbicara kepada mereka. Dengan kata lain, kucing bisa memahami cara manusia berbicara sama seperti manusia yang memahami ketika kucing mengeong.
Ini mirip dengan bagaimana kalian mengartikan bahasa kucing melalui gerak tubuhnya, seperti saat mengibaskan ekor pertanda ia kurang nyaman dengan situasi tertentu, melengkungkan punggungnya, dan bermacam gerakan lainnya. Dengan cara yang berbeda, kucing bisa mengenali vokalisasi, gerak tubuh, dan ekspresi manusia. Bagaimana gerakan manusia yang mengusirnya, menyukainya, atau vokalisasi manusia saat memarahinya.
Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti membuat penemuan menarik tentang otak kucing. Animal Cognition menerbitkan artikel yang mencatat bahwa kucing penelitian merespon ketika pemiliknya menyebutkan nama mereka.
Kalian juga bisa mencobanya dengan kucing di rumah. Ketika kalian memanggil namanya, apakah ia memiringkan kepalanya ke samping, melihat kalian, atau gerakan kecil seperti memutar telinga ke arah suara. Itu semua merupakan bentuk respon kucing.
Cara berkomunikasi dengan kucing
Penulis studi Kognisi Hewan mencatat melalui The Independent bahwa kucing berbeda dengan anjing. Kalian tidak bisa melatih kucing untuk menurut dan mematuhi apa yang kalian perintahkan.
Untuk bisa berkomunikasi dengan mereka, kalian harus membangun ikatan yang kuat terlebih dahulu. Yakni dengan secara teratur berinteraksi dengan mereka, menunjukkan vokalisasi dan gerak tubuh yang positif, agar kucing bisa menaruh kepercayaan kepada kalian. Jadikan kucing sebagai sahabat, ajaklah ia bermain dan melakukan kegiatan yang menyenangkan.
Kalian juga harus mengamati gerakan – gerakan kucing, jangan memaksa bila hewan tersebut tidak menyukainya, agar ia pun merasa nyaman berada di dekat kalian. Meski tidak memiliki bahasa yang sama, ada ikatan tertentu antara kucing dan manusia yang membuat dua makhluk ini bisa saling memahami. (mnd/ian)






