Blitar (beritajatim.com) – Politik uang atau yang biasa dikenal “serangan fajar” mulai menyasar warga di Blitar di masa tenang Pemilu 2024 sekarang ini. Sejumlah warga baik di Kota maupun Kabupaten Blitar mulai menerima serangan fajar.
Nominal yang diterima bervariasi, mulai dari Rp100 ribu hingga yang paling besar Rp300 ribu per orang. Pemberinya tentu tim sukses dari para calon legislatif (caleg).
“Sehari kemarin ada 3 orang berbeda yang memberikan ‘tembakan’, nominalnya juga bervariasi,” ungkap BL, warga Kota Blitar, Selasa (13/2/2024).
Dalam praktiknya, serangan fajar ini diberikan langsung kepada para calon pemilih di rumah masing-masing. Untuk menutupi aksinya, para tim sukses caleg ini menyamar sebagai tamu.
Saat bertamu itulah, tim sukses caleg melancarkan aksinya. Mereka memberikan sejumlah uang dengan perjanjian pada waktu Pemilu besok, calon pemilih akan memilih Caleg tersebut.
Serangan fajar ini dilakukan oleh tim sukses para Caleg secara sembunyi-sembunyi. Mereka berusaha menghindari Petugas Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) yang senantiasa berkeliling.
“Ya langsung datang ke rumah, tidak lewat perangkat atau gimana-gimana,” imbuhnya.
Praktik politik uang ini sebenarnya sudah menjadi tradisi yang selalu terjadi di setiap Pemilu. Warga sendiri juga sudah menganggap praktik politik uang tersebut menjadi hal biasa, bahkan diharapkan.
Bagi warga dengan perekonomian rendah, mereka justru berharap di masa Pemilu seperti tahun ini, banyak serangan fajar yang ia terima. Semakin banyak uang serangan fajar yang diterima maka dapur warga juga akan semakin lama mengepulnya.
“Namanya pesta demokrasi, yang terpenting adalah ini, kalau siapa yang jadi ya nanti, siapapun yang jadi juga sama nasib kita,” ungkapnya.
Praktik buruk demokrasi ini nampaknya akan sangat sulit dihapuskan. Bagi kalangan bawah politik dan Pemilu memang begitu lekat dengan uang dan bagi-bagi bingkisan. Bukan substansi tentang menentukan pilihan dari pemimpin atau perwakilan rakyat di masa depan.
Serangan fajar ini sudah menjadi rahasia umum di masyarakat. Bawaslu Kota Blitar pun mengaku telah melakukan segala upaya untuk memberantas politik uang atau serangan fajar ini.
“Kami selalu beroperasi lakukan razia dan patroli untuk mencegah terjadinya politik uang,” kata Komisioner Bawaslu Kota Blitar, M Nur Aziz.
Pemberantasan politik uang atau serangan fajar ini sebenarnya bukan tanggung jawab penuh dari Bawaslu. Bagian utama dari dari pemberantasan serangan fajar ini adalah warga serta para Caleg.
Sudah seyogyanya, para Caleg dan Parpol menghentikan praktik-praktik politik uang ini. Sehingga pola pikir masyarakat tentang Pemilu yang selalu ada serangan fajar bisa berubah.
“Kami sudah menjadwalkan patroli keliling untuk mencegah politik uang atau black campaign,” tutupnya. [owi/beq]






