Ponorogo (beritajatim.com) – Jemaah haji asal Kabupaten Ponorogo sudah sepekan ini berada di Madinah, Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah sunah. Kini, para jemaah haji tersebut tengah bersiap ke Makkah.
Kondisi jemaah haji Ponorogo saat ini seluruhnya sehat. Hal tersebut tidak lepas dari sigapnya petugas yang selalu memantau kesehatan jemaah secara berkala.
“Seminggu di Madinah ini, sudah melakukan serangkaian ibadah sunah. Alhamdulillah, jemaah dalam keadaan sehat,” kata Kasie Penyelenggaraaan Haji dan Umroh, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo, Marjuni, Rabu (22/5/2024).
Marjuni yang juga menjadi petugas pendamping haji ini menyebutkan, rombongan haji asal Kabupaten Ponorogo bakal bertolak ke Kota Makkah pada Jumat (24/5/2024) nanti. Jika sesuai jadwal, pada pukul 17.00 waktu Arab Saudi, para jemaah akan berangkat dari Madinah dan diperkirakan tiba di Makkah pukul 23.00 waktu Arab Saudi.
“Waktu tempuh Madinah ke Makkah diperkirakan sekitar 6-7 jam. Kemungkinan tiba sekitar pukul 23.00. Para jemaah pun istirahat,” katanya.
Sampai di Kota Makkah, para jemaah akan melaksanakan umrah wajib di Masjidil Haram. Mereka juga menjalankan ibadah tawaf, sai dan tahalul untuk menyelesaikan umrah wajib tersebut.
“Jadi sampai di Madinah, mereka akan melakukan umrah wajib,” katanya.
Untuk diketahui sebelumnya, tahun ini jumlah jemaah haji yang berangkat dari Kabupaten Ponorogo yang terbanyak dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di eks karesidenan Madiun. Untuk tahun 2024 atau 1445 hijriah, jemaah haji asal Ponorogo yang bakal berangkat haji sebanyak 620 orang.
“Tahun ini Ponorogo terbesar di eks Karesidenan Madiun,” ungkap Marjuni.
Jumlah 620 jemaah haji dari Ponorogo itu, akan terbagi menjadi 2 kelompok terbang (kloter) berdasarkan jadwal yang dikeluarkan oleh embarkasi Surabaya yaitu di kloter 19 dan kloter 20. Dua kloter itu berangkat pada tanggal 15 Mei 2024 namun jadwal penerbangannya berbeda.
Diakui oleh Marjuni, memang keberangkatan itu jamnya tidak bisa disamakan. Sebab, sesuai dengan penjadwalan kloter di embarkasi Surabaya, jemaah haji yang masuk asrama haji harus tepat waktu, tidak boleh maju atau mundur waktunya. [end/beq]






