Mojokerto (beritajatim.com) – Hari pertama pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Mojokerto dipenuhi suasana haru dan penuh harap. Puluhan orang tua tampak mengantarkan putra-putrinya ke Gedung Diklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mojokerto di Jalan Raya Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Senin (14/7/2025).
Salah satunya adalah Dony Hendro Purnowo (47) dan Apriliana (37), orang tua dari Bintang Kurnia Purnomo Putri (13). Bintang menjadi satu dari 50 siswa terpilih yang akan menempuh pendidikan di SR Kabupaten Mojokerto, sekaligus satu-satunya siswa dari Kecamatan Bangsal yang lolos program ini. “Saya penerima PKH. Awalnya, pendamping PKH menyampaikan ke saya jika anak saya bisa diterima di Sekolah Rakyat. Saya sampaikan ke anaknya dan mau,” tutur Apriliana.
Apriliana mengaku sempat khawatir karena putrinya tidak pernah jauh dari rumah. Bahkan saat liburan pun lebih banyak di rumah. Namun keinginan kuat Bintang untuk menimba ilmu di Sekolah Rakyat membuatnya luluh. “Tidak pernah keluar rumah, ya semoga krasan. Kalau tidak diterima di Sekolah Rakyat, maunya mondok di Surabaya. Tapi dia bilang lebih mau di Sekolah Rakyat saja karena dekat dengan rumah. Sebelumnya sudah dikasih tahu dapat seragam, sepatu sampai dalaman juga, makannya tiga kali sehari,” jelasnya sambil tersenyum.
Pada hari pertama ini, para orang tua hanya diminta membawa perlengkapan ganti untuk satu minggu ke depan. Meski belum mendapat kepastian kapan anak-anak bisa pulang, Apriliana tetap berharap anaknya betah dan dapat mengikuti kurikulum berbeda yang diterapkan di Sekolah Rakyat. “Tidak tahu, hanya diminta bawa baju ganti untuk satu minggu. Mungkin nanti diberitahu, karena ada pembekalan dulu sebelum pelajaran. Saya hanya berharap anak saya lebih baik dan krasan karena memang tidak pernah keluar rumah,” tegasnya.
Sekadar informasi, Sekolah Rakyat Kabupaten Mojokerto tahun ini membuka dua rombongan belajar (rombel), masing-masing berisi 25 siswa. Dari total 50 siswa tersebut, terdapat 22 siswa laki-laki dan 28 siswi perempuan dari berbagai kecamatan. Program ini menjadi salah satu ikhtiar pemerintah daerah untuk membuka akses pendidikan lebih luas bagi keluarga yang masuk dalam kategori penerima bantuan sosial seperti PKH.
Antusiasme para orang tua yang mengantarkan anak-anak mereka di hari pertama Sekolah Rakyat, dengan wajah yang penuh senyum dan harapan, menjadi bukti betapa pentingnya program ini dalam menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat Kabupaten Mojokerto. [tin/beq]






