Surabaya (beritajatim.com) – Kota Pahlawan kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Ribuan penonton dari berbagai kalangan usia berkumpul di Ciputra Hall untuk menyaksikan konser amal “Senandung Alam”.
Acara yang digagas oleh Wisma Jerman bersama Aksi Cinta Indonesia (ACI), Komunitas Narasi Jawa Timur, dan Climate Fresk ini berhasil menggalang dana untuk penanaman 1.000 pohon mangrove di kawasan Wonorejo.
Seluruh dana yang terkumpul dari konser ini akan dialokasikan untuk membeli dan menanam pohon-pohon tersebut. Penanaman pohon direncanakan akan dilakukan pada akhir tahun 2024, tepatnya bulan Desember, di Hutan Mangrove Wonorejo.
Konser yang digelar di Ciputra Hall pada Minggu 28 Juli 2024, tidak hanya menyajikan pertunjukan musik yang meriah, namun juga wadah untuk penggalangan dana guna mewujudkan penanaman 1000 mangrove di kawasan Wonorejo, Surabaya.
Seluruh dana yang terkumpul dari konser ini akan dialokasikan untuk membeli dan menanam pohon-pohon tersebut. Penanaman pohon direncanakan akan dilakukan pada akhir tahun 2024, tepatnya bulan Desember.
Pihak penyelenggara memilih menanam pohon mangrove karena habitat mangrove di Surabaya mulai terancam.
Dengan adanya konser ini, pihak penyelenggara ingin meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama anak muda, terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Surabaya, sebagai kota metropolis, menghadapi krisis lingkungan yang memerlukan upaya penanganan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, penyelenggara ingin mengenalkan bahaya dari krisis lingkungan kepada anak-anak muda.
Konser Senandung Alam terbuka untuk umum sehingga semua kalangan dapat hadir. Lagu-lagu yang dibawakan merupakan lagu-lagu yang anak-anak.
Namun, pihak penyelenggara juga mengundang pelajar-pelajar muda di Surabaya, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga panti asuhan.

Firman Santriyo Public Relation Wisma Jerman menjelaskan lagu-lagu yang dibawakan merupakan lagu-lagu yang memiliki lirik ramah untuk didengarkan oleh anak-anak.
“Karena fokus utama konser ini kan konser anak, jadi maksudnya ini bukan lagu lagu anak ya…, tapi konser yang lagu lagunya ramah untuk anak,” ujarnya Firman, Minggu (28/7/2024).
Firman menegaskan, meskipun tidak ada target dana yang harus terkumpul, Konser Senandung Alam memiliki target untuk menanam 1000 pohon.
Pihak penyelenggara juga bekerja sama dengan NGO (Non-Government Organization) dan semua informasi terkait dapat ditemukan di website resmi mereka.
Setiap sukarelawan yang melakukan donasi akan muncul dalam laporan penggalangan dana. menurut penuturan Firman, saat ini, sudah terkumpul sekitar 400 pohon dan masih menunggu hingga mencapai target 1000 pohon.
Strategi untuk mencapai target tersebut melibatkan kampanye dari Wisma Jerman, mengundang sekolah-sekolah, dan kerjasama dengan berbagai instansi terkait. Dalam upaya ini, pemerintah kota Surabaya juga memberikan dukungan, terutama oleh Dinas Pendidikan yang mendukung penuh acara ini dan mengajak pelajar muda untuk ikut hadir dalam acara ini.
Managing Director Wisma Jerman, Mike Neuber dalam pidatonya menyampaikan pesan “Mari kita wujudkan lingkungan lestari untuk generasi mendatang.”katanya.
Harapan dari Konser Senandung Alam adalah agar generasi muda lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan.
Mereka dapat menikmati acara musik yang sesuai dengan usia mereka, dengan lagu-lagu yang ramah untuk anak-anak. Selain itu, upaya keberlanjutan juga dilakukan dengan memasukkan kampanye 1000 pohon ini ke dalam semua kegiatan Wisma Jerman.
Misalnya, pada bulan September mendatang, Wisma Jerman akan mengadakan pameran pendidikan Jerman-Swiss yang juga akan mempromosikan kampanye ini. (nan/ted)






