Ponorogo (beritajatim.com) – Sempat terjun bebas diharga Rp 15 ribu per kilogram di bulan Oktober lalu, kini harga bahan pokok telur di Ponorogo melambung tinggi diharga Rp 30 ribu per kilogram. Naiknya harga telur sekarang ini, masih berkaitan dengan keadaan harga telur saat anjlok pada bulan Oktober lalu. Hal itu diungkapkan oleh Wiwin Suryati, salah satu distributor telur di wilayah Ponorogo.
“Sekarang peternak ayam petelur itu sedikit, sedangkan permintaan meningkat. Otomatis harganya melambung tinggi,” kata Wiwin saat ditemui oleh awak media di tokonya jalan Diponegoro Kelurahan Kauman, Senin (27/12/2021).
Wiwin menyebut harga ditingkat distributor harga telur untuk hari ini (27/12) diangka Rp 27 ribu. Namun, untuk tingkat pengecer, harganya mencapai Rp 30 ribu. Sedikitnya peternak ayam petelur di Ponorogo ini, imbas dari harga telur yang anjlok di bulan Oktober. Karena saat itu harga pakan yang naik, sementara harga telur malah turun. Sehingga banyak peternak saat itu yang merugi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”telur”]
“Tidak ingin terus merugi, mereka akhirnya mengafkhirkan ayamnya. Menjual ayam-ayam tersebut, sehingga sekarang sudah tidak beternak,” katanya.
Maka dari itu, akhirnya stok telurnya berkurang. Nah, keadaan pada bulan Oktober lalu, berimbas pada hari ini. Selain pengaruh keadaan tersebut, juga adanya momen pencairan bantuan pangan non tunai (BPNT). Biasanya pelanggan meminta 100 kilogram, kini mereka bisa pesan 700-800 kilogram.
“Hari-hari ini pelanggan rata-rata permintaannya 7-8 kwintal. Katanya untuk pencarian bantuan,” pungkasnya. (end/kun)






