Lamongan (beritajatim.com) – Lantaran truk tronton mengalami patah as dan melintang di tengah jalan, akibatnya arus lalu lintas (Lalin) mulai dari perbatasan Gresik-Lamongan hingga ke Desa Rejosari, Kecamatan Deket dilanda kemacetan, Minggu (15/5/2022).
Selain itu, kemacetan ini juga membuat kendaraan yang melewati jalur ini harus menempuh waktu lebih dari 1 jam, terhitung mulai dari perbatasan Gresik ke Kecamatan Deket, Lamongan.
“Macet parah mas, dari perbatasan Gresik ke sini (Deket) saja butuh waktu lebih dari 1 jam,” ujar salah seorang pengendara mobil, Edi kepada wartawan, Minggu (15/5/2022).
Dalam kesempatan yang sama, Kanit Gakkum Satlantas Polres Lamongan Iptu Anang Purwo menyampaikan, insiden yang menimpa truk tronton bernopol B 9010 TNY yang dikemudikan M Heru Setiawan (25) warga asal Rembang, Jawa Tengah ini bermula saat truk tersebut melaju dari arah Babat ke Surabaya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kecelakaan”]
Namun saat tiba di depan RM Aqila, Kecamatan Deket, tiba-tiba truk yang nahas itu mengalami oleng ke kanan dan melintang akibat as roda belakang sebelah kirinya patah. “Akibat patah as roda belakang ini, kendaraan tersebut melintang dan menutup jalan. Hingga pukul 15.00 WIB, evakuasi truk tersebut belum selesai,” kata Iptu Anang.
Menyikapi hal ini, menurut Anang, polisi melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengarahkan seluruh kendaraan ke jalur berlawanan atau contraflow. Untungnya, tak ada korban jiwa dalam insiden ini.
“Sembari menunggu evakuasi truk dengan alat berat. Saat ini dilakukan rekayasa lalulintas 1 lajur menjadi 2 arah, di mana lajur normal kembali di median Dusun Gajah, tepatnya di depan PJR,” imbuhnya.
Setelah rangkaian penanganan digelar oleh petugas, Anang menjelaskan, jika arus lalu lintas saat ini sudah berangsur lancar merambat. Meski begitu, sejumlah petugas masih terus berjaga di lokasi. “Kami meminta kepada para pengguna jalan untuk bersabar dan tetap mematuhi peraturan lalu lintas yang ada. Mohon bersabar,” pungkasnya.[riq/kun]






