Surabaya (beritajatim.com) – Banyak pihak yang tidak menyangka jika Timnas Italia harus menempuh perjalanan lebih panjang lagi menuju Piala Dunia 2022. Itu pun jika menang play off dan harus mengalahkan 3 tim lain yang sama-sama memperebutkan tiket ke Piala Dunia 2022 Qatar.
Apalagi kemungkinan besar Timnas Italia akan bisa berjumpa dengan Timnas Portugal. Ternyata menjadi juara Eropa pun bukan jaminan utama Italia akan mulus menuju Qatar sehingga terancam gagal ke Piala Dunia 2022. Berikut ini beberapa alasan mendasar Italia gagal lolos langsung ke Piala Dunia 2022.
Mental dan Fisik Menurun
Timnas Italia jika diibaratkan akan mirip dengan motor yang kehabisan bensin. Sebab usai mereka tampil apik tidak terkalahkan 37 pertandingan serta berhasil menjuarai Euro Cup untuk kali pertama, perlahan tenaga Italia asuhan Roberto Mancini pun mulai menurun.
Hal ini bahkan juga diungkapkan mantan pelatih Italia, Roberto Donadoni bahwa Immobile dan kawan-kawan sedang mengalami kelelahan. Apalagi harus tampil dalam tiga kompetisi berbeda. Terlebih, andai gagal ke Piala Dunia 2022, beban Italia sebagai juara Eropa sangat berat.
Striker Kurang Tajam
Selama babak kualifikasi Piala Dunia, Italia tidak tampil seperti seorang juara yang dapat menggetarkan lawan. Namun sayang, dari 8 pertandingan, Timnas Italia hanya bisa mencetak 13 gol. Andrea Belotti merasa menyesal dan kecewa karena sering kali gagal memanfaatkan peluang. Baginya, tidak hanya dia seorang diri, tetapi para striker Italia lainnya juga merasa menyesal terutama ketika laga melawan Swiss dan Irlandia Utara.
[berita-terkait number=”4″ tag=”piala-dunia”]
Hal ini tentu menjadi alasan yang cukup kuat dan masuk akal. Apalagi sebenarnya Timnas Italia dikenal dengan bek berkualitas, tetapi strikernya kurang tajam. Problem tersebut menjadi salah satu alasan mereka gagal lolos secara langsung ke Piala Dunia.
Asuhan Roberto Mancini pun kini ibarat di ujung tanduk. Jika masih berkeinginan besar untuk merasakan animo dari Piala Dunia 2022 , Jorginho dan kawan-kawan jelas mesti berusaha lebih keras. Tentunya mereka tidak ingin mengulang kejadian sama seperti pada tahun 2018 lalu. [dan]






