Jember (beritajatim.com) – Langkah Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia Djember (Persaid) Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam turnamen sepak bola amputasi Piala Menpora terhenti di babak semifinal.
Muhammad Shiddiq Bahiri dan kawan-kawan dikalahkan Persatuan Sepak Bola Amputasi Jakarta (Persaj) 0-1 melalui adu penalti di Lapangan Pamentas Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (26/11/2022) sore.
Sebelumnya, dua tim bermain imbang 0-0 selama dua kali 25 menit dan babak tambahan waktu dua kali 10 menit.
Pertandingan berjalan seru. Persaid diperkuat empat pemain tim nasional sepak bola amputasi Indonesia yang bertanding di Piala Dunia Turki 2022. Sementara seluruh pemain Persaj adalah pemain tim nasional.
Kedua tim melakukan jual beli serangan. Namun kondisi hujan yang mengguyur lapangan membuat para pemain Persaid kesulitan mengontrol bola. Bola bergulir liar. Persaid sempat mencetak gol melalui kaki Bahiri pada pertengahan babak kedua.
Namun gol dianulir wasit karena tangan Bahiri dianggap mengenai bola. “Padahal terkena dada,” kata Agus Sabirin, Ketua Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia Jember, kecewa.
Pelatih Persaid Rixhi Saputra menilau permainan anak-anak asuhannya tidak mengecewakan. “Tim kami bermain cukup bagus. Kami masih bisa menyerang, dan permainan sangat terbuka. Koordinasi antarlini dan transisi menyerang kami sudah cukup bagus. Kami cuma belum beruntung saat adu penalti,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Jember”]
Salah satu kelemahan pemain Persaid bukan pada teknis permainan, namun pada sarana yakni tongkat penyangga tangan. “Kami belum memiliki tongkat sport standar dalam sepak bola amputasi,” kata Rixhi.
Dalam babak adu penalti, gelandang Persaid Ali Bahtiyar mendapat kesempatan pertama untuk mengeksekusi bola. Namun kiper Persaj Hasyim berhasil menepis bola tersebut.
Kiper Persaid Fredo Dimas Saputro sempat menumbuhkan harapan dengan menepis bola yang ditendang Aditya. Namun Muhammad Shiddiq Bahiri yang diharapkan menyamakan kedudukan justru gagal. Bola yang ditendangnya melambung mengenai mistar gawang Persaj.
Obrek membuat Persaj unggul 1-0 setelah berhasil menaklukkan Fredo. Mohammad Lukiyono sebenarnya berpeluang menyamakan kedudukan. Namun arah bola yang ditendangnya bisa dibaca oleh Hasyim dan ditepis.
Dengan demikian Penendang terakhir Persaj, Agung, tidak perlu mengeksekusi bola. Persaj dinyatakan menang 1-0.
Dalam pertandingan final, Persaj akan menghadapi Persatuan Sepak Bola Amputasi Surabaya (Persas) yang mengalahkan Persatuan Sepak Bola Amputasi Malang (Persama) 1-0 di babak semifinal jam pertama. Tempat ketiga diperebutkan Persaid dan Persama.
“Kami akan tetap bermain all out untuk pertandingan perebutan tempat ketiga, karena itu satu-satunya harapan yang bisa kami bawa pulang ke Jember,” kata Rixhi. [wir]






