Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengirimkan sinyal waspada kepada Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman.
“Waspadai efek domino yang akan dihadapi pemerintahan Hendy-Firjaun dalam semester terakhir tahun ini. Kalau empat hal bisa dilaksanakan, maka jerat efek domino bisa terselesaikan,” kata Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi, Senin (28/6/2021).
Empat hal yang dimaksud oleh Ayub adalah penyelesaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (LPP APBD) 2020, Perubahan APBD 2021, dan pembahasan APBD 2022.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-jember”]
“Kalau salah satu terhambat dan melampaui jadwal yang sudah ditetapkan, maka ini akan jadi efek domino bagi pemerintahan. Semua akan terlambat dan akan mengulangi kesalahan masa lalu yang sama di lubang yang sama,” kata Ayub.
Ayub sudah memerintahkan Itqon Syauqi, anggota PKB yang saat ini menjabat Ketua DPRD Jember, agar menyampaikan peringatan itu kepada bupati. “LPP APBD harus diselesaikan, karena Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan sudah terbit. LPP ini menjadi dasar pembahasan Perubahan APBD 2021,” katanya.
“Kedua, selesaikan RPJMD. RPJMD adalah kitab suci selama pemerintahan Hendy-Firjaun. Di situlah tertuang cita-cita Pak Hendy dan Gus Firjaun membawa Jember gemah ripah lo jinawi baldatun thoyyibatun warobbun ghofur. Mau bangun jalan berapa kilometer, meningkatkan indeks pembangunan manusia, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, menurunkan angka stunting, muncul di RPJMD semua agar pembangunan terarah,” kata Ayub.
“Dari RPJMD itu, dibahaslah APBD 2022. Kalau RPJMD tersusun baik, masyarakat bisa melihat. Masyarakat tidak meraba, bagaimana rakyat mau dibawa ke mana sudah tahu kalau ada RPJMD,” kata Ayub. [wir/kun]






