Lamongan (beritajatim.com) – Hal tak terduga terjadi saat berlangsungnya kegiatan pembagian ribuan paket sembako untuk warga Desa Kemantren, Kecamatan Paciran, Lamongan, Rabu (20/4/2022) hari ini.
Pasalnya, terdapat puluhan warga yang mengaku kecewa karena tak mendapatkan kupon pembagian paket sembako tersebut. Menurut pengakuan warga, diduga kupon paket sembako itu sengaja ditarik oleh oknum Pemerintah Desa Kemantren.
“Awalnya kupon itu dibagikan kepada warga, namun kupon itu ternyata ditarik kembali oleh oknum desa setelah salat Tarawih. Tentu kami sangat menyayangkan dan kecewa atas ditariknya kembali kupon tersebut,” ujar Afif, warga asal RT 01 RW 02, Desa Kemantren kepada wartawan, Rabu (20/4/2022).
Mengenai alasan ditariknya kembali kupon, Afif mengaku, dirinya tidak tahu secara pasti. “Kami tak tahu alasan kenapa kupon ditarik kembali. Ya kita ini orang lapar, orang butuh, akhirnya kami tanya, bisa enggak semisal tetap ambil sembako tapi bawa KTP dan KK (Kartu Keluarga). Alhamdulillah bisa,” sambungnya.

Lebih lanjut, Afif mengungkapkan, jika di RT tempatnya tinggal, setidaknya ada 25 Kepala Keluarga yang kuponnya ditarik kembali. Kemungkinan, papar Afif, kejadian serupa juga terjadi di RT lainnya.
“Ya itu hanya di RT saya saja. Kemungkinan ada warga (RT lain) yang kuponnya diambil. Terus terang kami sangat kecewa, apalagi situasi pandemi Covid-19 seperti ini mas, ditambah harga kebutuhan pokok seperti minyak goreng juga mahal. Sedangkan penghasilan kita sebagai petani sangat kurang,” bebernya saat di lokasi.
Di pihak lain, Sekretaris BPD Desa Kemantren bernama Amin mengaku, pihak desa tak merasa menyuruh untuk menarik kupon sembako tersebut. Bahkan, ungkap Amin, Pemerintah Desa Kemantren tak tahu jika perusahaan Jaka Mitra Indonesia tengah menggelar pembagian sembako untuk warga desa.

“Kita tidak ada instruksi untuk menarik kupon sembako yang mereka terima. Bahkan menurut keterangan dari Pak Carik (Sekretaris Desa) dan Pak Kepala Desa, hingga saat ini tidak ada surat pemberitahuan secara lisan maupun tertulis yang masuk tentang diadakannya pembagian sembako oleh PT Jaka Mitra,” ujar Amin saat ditemui di Kantor Desa Kemantren.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada masyarakat agar lebih berhati-hati. Ia bahkan menuding, jika digelarnya pembagian sembako ini dikhawatirkan akan disalahgunakan untuk hal-hal yang kurang tepat.
“Pemerintah Desa menghimbau kepada seluruh RT agar berhati-hati. Boleh menerima sembako, tapi kalau bisa identitas berupa KTP atau KK tidak usah diserahkan, khawatirnya nanti malah disalahgunakan oleh pihak terkait,” tandasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
Sementara itu, Legal Manajer PT Japfa Group, Toto Sutarto mengatakan, paket sembako sebanyak 2700 ini dibagikan kepada warga di dua desa, yakni Desa Kemantren dan Sidokelar. Namun, pihaknya tak tahu jika ada warga yang ditarik kuponnya.
“Sembako ini kami lakukan karena murni untuk berbagi dan membantu masyarakat. Kami tidak tahu jika ada warga yang ditarik kuponnya, kami juga menyayangkan jika ada yang menarik kembali kupon tersebut. Karena sembako ini kami bagikan secara merata kepada seluruh warga tanpa tebang pilih,” terangnya.
Kendati demikian, Toto mengaku, pihaknya tetap memberikan paket sembako kepada warga meski tak membawa kupon. “Kami tetap memberikan, sebagai pengganti kupon. Namun, mereka membawa identitas diri sebagai bukti jika mereka benar-benar warga setempat,” pungkasnya. [riq/but]






