Surabaya (beritajatim.com) – Seluruh pelajar asal Indonesia yang sedang menuntut ilmu di India akan berkumpul di gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) New Delhi.
Mereka yang tergabung dalam PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) ini akan menggelar Indoneshiyaee Aur Bharatiya Tyohar (MTA-IBHATY), Musyawarah Tahunan Anggota dan festival Indonesia-India. MTA-IBHATY merupakan program penutupan sebelum berakhirnya masa kepemimpinan PPI periode 2022-2023.
Ketua MTA, Megamei Wahidawati menyebut kegiatan MTA tahun ini berbeda. “MTA tahun ini spesial, perdana diselenggarakan on-site setelah pandemi,” kata Megamei dalam pernyataan tertulisnya yang dikirim ke beritajatim.com, Sabtu (22/7/2023).
BACA JUGA:
Keren, Dua Pelajar di Ponorogo Diterima Lebih dari 5 Universitas Luar Negeri
Megamei berharap acara dapat berjalan lancar. Sebab, akan ada berbagai kegiatan untuk menyukseskan pemilihan ketua baru. “Semoga acaranya lancar, kondusif, dan berjalan dengan baik. Ada sidang dan debat calon Ketua PPI India. Tujuan utama MTA kan memilih pemimpin untuk kepengurusan selanjutnya. Semoga diberi yang terbaik,” katanya.
Senada dengan Megamei, Fauzan Azhim, Ketua PPI India mengatakan MTA tahun ini telah lama dinanti para pelajar Indonesia di India. Sebab, para pelajar dapat bertemu dan berkumpul secara langsung dari berbagai penjuru di India.
“MTA tahun ini adalah acara yang sangat ditunggu publik PPI India karena sudah lama sekali tidak mengadakan kegiatan secara offline. Kegiatannya digelar secara langsung di tempat, di mana semuanya pelajar Indonesia di India dari utara, selatan, barat, dan timur bisa berkumpul,” katanya.
Fauzan menambahkan, diharapkan acara ini dapat menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan. “Saya yakin acara ini berjalan dengan meriah dan hangat, kita bisa bertemu dengan wajah baru secara langsung. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan lagi keharmonisan dan kekompakan maupun kesolidan dari setiap pengurus dan anggota PPI India,” katanya.
BACA JUGA:
41 Mahasiswa Luar Negeri Akan Belajar di FEB Unisma
Tahun ini, MTA-IBHATY mengambil tema ‘Harmony in Silver Jubilee of PPI India’. Tema yang diambil merupakan cerminan dari PPI India yang akan memasuki usia 25 tahun. Seluruh rangkaian acara akan diselenggarakan di gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) New Delhi, India. Acara akan dibuka oleh Duta Besar RI untuk India dan Ina Hagniningtyas Krisnamurthi.
Rencananya MTA-IBHATY akan digelar selama 3 hari berturut-turut. Yaitu mulai 28 hingga 30 Juli 2023. Pada hari pertama akan digelar diskusi panel yang diisi oleh para pembicara dari berbagai atase KBRI.
Seperti atase pendidikan, perdagangan, dan pertahanan. Selain itu, akan terdapat sharing session dengan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) New Delhi terkait prosedur menjelang pemilu 2024. Acara pun akan dilanjutkan dengan cultural session dan pembukaan sidang pleno.
Pada hari kedua akan dilakukan rangkaian sidang pleno membahas hal yang berkaitan dengan pemilihan ketua baru PPI India. Antara lain pembahasan AD/ART, debat calon ketua, dan proses pemilihan.
BACA JUGA:
CLS UM Malang Adakan Perayaan Fourth of July, Mahasiswa Amerika Nyanyikan Indonesia Raya
Kemudian rangkaian akan ditutup dengan pengumuman ketua PPI India baru terpilih. Sesi pun lalu akan diakhiri dengan apresiasi untuk peserta yang hadir dan telah menyelesaikan masa studinya di tahun ini.
Apresiasi tersebut akan diberikan langsung oleh Duta Besar RI. Acara terakhir adalah pemilihan tuan rumah MTA-IBHATY di tahun 2024. Serta beberapa ucapan dari peserta dan stakeholder kedutaan besar.
Melalui acara ini Fauzan berharap, organisasi PPI India tetap memiliki semangat untuk maju dan berkembang. “Karena ini adalah mengusung tema silver jubilee, sebagai perayaan ulang tahun PPI India yang masuk ke usia ke-26, mudah mudahan menjadi momentum. Untuk semakin merefleksikan diri dan melangkah maju sebagai organisasi,” tutupnya. [suf]






