Jember (beritajatim.com) – Seluruh anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan absen dalam sidang paripurna pengesahan Peraturan Daerah tentang Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan dan Perda tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Pandalungan, di gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Rabu (30/3/2022).
“Kami sedang mengikuti bimbingan teknis partai di Surabaya. Jadi kami mengajukan pandangan akhir tertulis, tidak dibacakan di depan sidang paripurna,” kata Ketua Fraksi PPP Achmad Faeshol kepada beritajatim.com.
Dalam pandangan akhirnya, Fraksi PPP menyetujui dua raperda itu ditetapkan menjadi perda. Faeshol berharap dua peraturan daerah baru itu bisa membawa angin segara bagi Kahyangan dan Tirta Pandalungan.
“Kami memandang memandang Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan sebagai aset daerah seharusnya memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah). Namun faktanya. Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan, tata kelolanya hingga saat ini mengalami penurunan bahkan kemerosotan yang sangat drastis,” kata Faeshol.
PPP meminta ada terobosan baru berupa penataan ulang terhadap struktur organisasi dan personalia pengelola. Penataan ulang ini harus dilakukan secara selektif, transparan, profesional, dan akuntabel sesuai dengan kemampuan masing-masing personel. “Lakukan diversifikasi usaha, awasi dan kontrol ketat jumlah lahan serta pemeliharaan tanaman hingga proses panen dan penjualan,” kata Faeshol.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
PPP memandang perlu ada jaminan secara berkesinambungan atas keberlangsungan eksistensi usaha, mulai dari penyediaan bibit dan lahan, produksi, hingga penjualan. “Dengan begitu PDP mampu menghasilkan PAD secara berkesinambungan,” kata Faeshol.
Tak hanya terhadap Kahyangan, PPP juga memberikan catatan terhadap Tirta Pandalungan. Faeshol berharap perusahaan tetap memperhatikan ketersediaan dan kelestarian sumberdaya alam dan kemampuan ekonomi masyarakat. “Pelayanan yang maksimal, terjangkau serta memadai sehingga masyarakat pelanggan merasa aman, nyaman dan tercukupi kebutuhannya,” katanya. [wir/but]






