Pamekasan (beritajatim.com) – Selingkuh menjadi motif pembacokan yang mengakibatkan warga asal Sumenep, berinsial F, tewas bersimbah darah di ujung celurit.
Peristiwa berdarah tersebut terjadi di Desa Tampojung Pregi, Kecamatan Waru, Pamekasan, Sabtu (17/6/2023) lalu. Berawal saat F bertamu ke rumah MZ sekitar pukul 10:00 WIB di desa setempat.
Saat bertamu, F bersama MZ berada dalam rumah dengan posisi pintu terkunci. Sekitar pukul 12:00 WIB, DR dan JH (keduanya merupakan keluarga MZ) datang dan menggedor pintu.
Pintu terbuka, F tidak ada di dalam kamar dan justru ditemukan di lemari dalam keadaan telanjang. Saat itulah DR dan JH menampar F berkali-kali di bagian wajah. Selanjutnya dititipkan ke rumah warga untuk diserahkan ke Kepala Desa Tampojung Pregi.
Pada saat bersamaan, datang JK yang merupakan ipar MZ (saudara laki-laki suami MZ) dengan membawa celurit. Seketika langsung menyebutkan celurit ke arah F, F berlari dan dikejar hingga sabetan celurit mengenai bagian belakang leher F.
“Saat itu korban F masih dapat melarikan diri ke arah timur, terus dikejar tersangka JK. Sekitar 100 meter berlari, F terjatuh dan disabet lagi di daerah punggung sekitar delapan kali sampai akhirnya korban terluka dan tidak bergerak,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Satria Permana, Senin (19/6/2023).
Baca Juga: Sembunyi Kondisi Telanjang di Lemari Istri Orang, F Dibunuh Warga Pamekasan
Sementara untuk motif pembacokan yang mengakibatkan korban jiwa tersebut, disinyalir karena perselingkuhan antara F dengan MZ. “Korban F selingkuh dengan MZ, sementara suami MZ bekerja di Malaysia, dan MZ merupakan ipar dari JK,” pungkasnya.
Peristiwa tersebut membuat tiga orang ditangkap Polisi, masing-masing DR dan JH yang melakukan penganiayaan kepada korban, serta JK yang menghilangkan nyawa korban. [pin/suf]






