Malang (beritajatim.com) – Memaksimalkan kualitas pendidikan nan efektif, Pemerintah Kabupaten Malang berencana menggabungkan (merger-red) sejumlah sekolah dasar di wilayahnya. Mengingat, beberapa sekolah itu kini mulai minimal jumlah siswa.
Sebagai informasi, terdapat 16 sekolah yang akan dimerger menjadi 8 sekolah. Sedangkan 2 diantaranya, masih belum siap dan tengah dilakukan pengkajian dari segi kelayakannya.
Dari 6 sekolah yang dinilai menjadi prioritas untuk dilakukan merger adalah, SDN 5 Wonokerto Kecamatan Bantur, SDN 3 Gadingkulon Kecamatan Dau dan SDN 5 Tumpakrejo Kecamatan Gedangan.
Selanjutnya, ada SDN 10 Tumpakrejo Kecamatan Kalipare, SDN 3 Pajaran Kecamatan Poncokusumo dan SDN 2 Jeru Kecamatan Turen.
“Enam sekolah itu secara prioritas sangat layak dan memenuhi syarat untuk merger. Sudah siap untuk merger. Yang sekolah lain masih perlu sosialisasi dan pertimbangan yang komprehensif,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwadji, Jumat (20/1/2013).
Suwadji menjelaskan, enam sekolah tersebut sudah pasti akan dimerger. Hanya saja, upaya melakukan merger masih terus dilakukan Dispendik bersama pihak sekolah dan kepala desa (kades) setempat.
Hal tersebut lantaran ada beberapa diantaranya yang sempat mendapat penolakan dari sejumlah wali murid. Penolakan itu akibat jarak sekolah yang relatif lebih jauh dari tempat tinggal setelah merger.
“Jadi banyak yang harus dipertimbangkan juga. Jangan sampai jaraknya yang terlalu jauh malah menjadikan mereka tidak mau sekolah,” tegas Suwadji.
[berita-terkait number=”3″ tag=”sekolah-malang”]
Soal jarak tempuh, lanjut dia, sudah jadi pertimbangan Pemkab Malang saat rencana merger sekolah itu dikemukakan. Dan sebagai solusi, rencananya akan disediakan kendaraan angkutan sekolah.
“Ini sedang kita koordinasikan soal penanganan, kalau memungkinkan tetap merger ya angkutan sekolah yang kita siapkan,” ujar Suwadji.
Suwadji menambahkan, rencana merger sekolah akan difokuskan pada lembaga sekolah yang terpencil dengan jumlah siswa sangat minim.
“Ada beberapa kecamatan, salah satunya ada di kecamatan Poncokusumo, lalu ada di Wajak, Pujon, Ngantang dan kecamatan Wagir,” Suwadji mengakhiri. (yog/ted)






